Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembentukan Health Emergency Operation Center (HEOC) tingkat provinsi yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis, (7–9) April 2026, di Mataram. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap kondisi darurat kesehatan di wilayah NTB.
Workshop ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi berkompeten, antara lain perwakilan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (PKMK FK-KMK UGM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, serta Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., menyampaikan bahwa pembentukan HEOC merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan kesehatan, baik yang disebabkan oleh bencana alam, wabah penyakit, maupun kejadian luar biasa lainnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan HEOC di tingkat provinsi diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi, pengendalian informasi, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi krisis.
“Melalui workshop ini, kita ingin memastikan bahwa NTB memiliki sistem yang terintegrasi dan responsif dalam menghadapi kedaruratan kesehatan. HEOC bukan hanya sekadar struktur, tetapi menjadi pusat komando yang mampu mengoordinasikan seluruh sumber daya secara efektif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berkontribusi dalam proses pembentukan HEOC, termasuk dalam penyusunan mekanisme kerja, alur koordinasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, baik dari internal Dinas Kesehatan Provinsi NTB, rumah sakit, maupun lintas sektor terkait lainnya. Kehadiran peserta lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan situasi darurat kesehatan di daerah.
Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan materi, diskusi kelompok, serta simulasi terkait sistem kerja HEOC. Fokus utama kegiatan adalah membangun pemahaman bersama mengenai konsep HEOC, peran dan fungsi masing-masing pihak, serta penyusunan rencana tindak lanjut pembentukan HEOC di Provinsi NTB.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan Provinsi NTB semakin siap dalam menghadapi berbagai ancaman kedaruratan kesehatan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif, demi melindungi masyarakat dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (r/sib/*)

