Minggu, April 12, 2026

BerandaPENDIDIKANUnram dan Universitas Hamzanwadi Perkuat Sinergi Akademik untuk Pemenuhan Kebutuhan Dokter di...

Unram dan Universitas Hamzanwadi Perkuat Sinergi Akademik untuk Pemenuhan Kebutuhan Dokter di NTB

 


Mataram (Suara NTB) — Sebagai upaya memperkuat sinergi, terutama di bidang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menerima kunjungan Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Ruang Tamu Rektor, Rektorat Unram pada Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kedua universitas sekaligus membahas kerja sama strategis dalam pemenuhan kebutuhan dan pemerataan tenaga dokter di Nusa Tenggara Barat (NTB).


Rektor Universitas Hamzanwadi mengutarakan perlunya pembaruan kerja sama antara Fakultas Kedokteran Hamzanwadi dan Fakultas Kedokteran Unram. “Kami berharap kerja sama ini bisa lebih strategis dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat NTB,” ujarnya.


Dekan Fakultas Kedokteran Hamzanwadi menambahkan mekanisme penerimaan mahasiswa baru sebagai bentuk konkret kerja sama. “Jika ada calon mahasiswa Unram yang lulus passing grade namun kuota Fakultas Kedokteran Unram sudah penuh, mereka dapat langsung diterima di Fakultas Kedokteran Hamzanwadi tanpa perlu tes ulang,” tegasnya.


Menanggapi hal tersebut, Prof. Sukardi menegaskan komitmen memperkuat kerja sama dengan Hamzanwadi melalui berbagai bidang strategis. “Kita akan memperkuat PKS, misalnya dengan Rumah Sakit, Klinik, Fakultas Kedokteran, termasuk dalam hal riset. Yang tak kalah penting adalah kerja sama paling detail ada pada Fakultas Kedokteran. Hasil ujian mandiri Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Unram nantinya dapat digunakan oleh Universitas Hamzanwadi sebagai dasar seleksi mahasiswa baru, sehingga tidak perlu melakukan ujian ulang,” ujarnya.


Prof. Sukardi juga menyampaikan, sementara kerja sama lainnya tentu akan disesuaikan dengan arahan dan kebijakan pusat. Sebagai kampus negeri, seluruh fasilitas Unram dibiayai oleh negara. “Karena itu, kami menjadikan kampus ini inklusif, sehingga siapa pun dan kapan pun dipersilakan datang ke Unram untuk menggunakan atau meminjam fasilitas yang ada,” tegasnya.


Prof. Sukardi turut menyoroti tantangan minimnya peminat PPDS akibat biaya yang relatif tinggi, sehingga kerja sama dengan Universitas Hamzanwadi diharapkan mampu membukaakses lebih luas bagi calon dokter spesialis.

Pertemuan ini menunjukkan komitmen nyata kedua universitas dalam menjawab tantangan pemerataan tenaga medis di NTB. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi calon mahasiswa, memperkuat riset, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. (ron)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO