Mataram (Suara NTB) – Komisi Informasi (KI) NTB memberikan apresiasi kepada perusahaan daerah, PT Jamkrida NTB yang memiliki komitmen kuat dalam upaya memperkuat keterbukaan informasi. Sebab hal tersebut sejalan dengan visi Gubernur NTB untuk mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sehat dan transparan.
Anggota KI NTB, Husna Fatayati menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima kunjungan dari Direktur beserta PPID PT Jamkrida NTB, M. Khadafi Andi Sukmana dan Deni Adriani dalam rangka koordinasi terkait persiapan pra monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik.
“Kami mengapresiasi langkah awal dari PT Jamkrida NTB yang pro aktif dalam memperkuat tata kelola informasi yang transparan, akuntabel, dan responsif di lingkungan badan publik, khususnya di lingkup Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” ujar Husna pada Rabu (15/4/2026).
Perusahaan Daerah yang tampil informatif merupakan salah satu indikator dari perusahaan yang sehat. Sebab kondisi keuangan perusahaan yang dilaporkan secara berkala memperlihatkan kesehatan dari sebuah perusahaan daerah.
“Jamkrida NTB sebagai BUMD harus tampil informatif dalam menyampaikan kepada publik bahwa kondisi keuangannya sehat, tata kelolanya baik, serta tetap optimal menjalankan fungsi penjaminan kredit bagi pelaku UMKM, koperasi, dan sektor usaha produktif lainnya sebagai bagian dari penguatan perekonomian daerah,” katanya.
Menindaklanjuti hal itu, disampaikan Husna bahwa pihaknya KI NTB akan terus mendorong badan layanan publik untuk terus berbenah menjadi badan layanan publik yang informatif. Bahkan jelang pelaksanaan monev, pihaknya akan turun langsung memberikan bimbingan langsung kepada badan layanan Publik.
“Sebagai tindak lanjut, kami akan berupaya dalam waktu dekat menyelenggarakan bimbingan teknis bagi seluruh badan publik guna meningkatkan pemahaman, kesiapan, dan kualitas layanan informasi publik menjelang pelaksanaan monev,” pungkasnya.
Diketahui dalam satu tahun terakhir ini berdasarkan hasil evaluasi dari Komisi III DPRD NTB. PT Jamkrida NTB Syariah berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,82 miliar, dengan Return on Equity (ROE) 11,28 persen dan Return on Assets (ROA) 7,49 persen, melampaui target yang telah ditetapkan.
Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dinilai nyata, dengan dividen sebesar Rp 1,89 miliar yang disetorkan kepada Pemerintah Provinsi NTB.
Selain itu, tingkat kesehatan keuangan perusahaan masuk kategori sangat baik dengan skor 85,5 (AA), didukung likuiditas tinggi mencapai 616 persen dan rasio klaim yang terjaga di angka 38,05 persen.
Tak hanya itu, pertumbuhan aset perusahaan juga tercatat signifikan, meningkat dari Rp 53,69 miliar menjadi Rp 87,08 miliar atau tumbuh128 persen. (ndi)

