Sabtu, April 18, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMPengadaan Armada Sampah dan Penanggulangan Abrasi

Pengadaan Armada Sampah dan Penanggulangan Abrasi

PEMERINTAH Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, mengusulkan pengadaan lima unit armada pengangkut sampah lingkungan serta program penanggulangan abrasi pantai. Usulan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) untuk tahun anggaran 2027 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur wilayah.

Lurah Tanjung Karang, H. Ahmad Gunawan, mengatakan bahwa persoalan sampah masih menjadi isu utama yang perlu segera ditangani. Dari enam lingkungan yang ada, lima di antaranya mengusulkan pengadaan armada pengangkut sampah karena kondisi kendaraan yang sudah tidak layak pakai.

“Kalau prioritas kami yakni pengelolaan sampah, karena memang Pak Wali sangat menyoroti soal itu juga,” ujarnya, Jumat (17/4).

Menurutnya, keterbatasan armada berdampak langsung pada efektivitas pengangkutan sampah dari lingkungan ke tempat pembuangan sementara (TPS). Hal ini tidak hanya memperlambat proses pengangkutan, tetapi juga berpotensi menimbulkan penumpukan sampah di permukiman warga.

Ia menjelaskan, dari enam lingkungan di Kelurahan Tanjung Karang, hanya Lingkungan Bendege yang masih memiliki armada roda tiga dalam kondisi baik. Sementara itu, armada di lingkungan lainnya sebagian besar mengalami kerusakan, baik pada mesin maupun bodi kendaraan.

Adapun lima lingkungan yang mengusulkan pengadaan armada tersebut meliputi Lingkungan Sembalun, Bangsal, Baturinggit Selatan, Baturinggit Utara, dan Batu Dawe. Dengan adanya penambahan armada, diharapkan pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah.

Selain persoalan sampah, ancaman abrasi di kawasan pesisir juga menjadi perhatian serius pemerintah kelurahan. Untuk itu, pihaknya mengusulkan pembangunan tanggul jetty di tiga titik rawan abrasi, serta pemasangan batu boulder sebagai tanggul darurat.

“Ada dua model, yakni jetty dan tanggul menggunakan batu boulder yang disusun,” jelas Gunawan.

Ia menambahkan, abrasi yang terjadi secara terus-menerus dikhawatirkan dapat mengancam permukiman warga di sekitar pesisir, termasuk merusak fasilitas umum yang berada di dekat pantai.

Di sektor kesehatan, Kelurahan Tanjung Karang juga mengusulkan pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan posyandu, seperti meja pelayanan. Sementara itu, kebutuhan alat ukur dan timbangan sebelumnya telah dipenuhi melalui program prioritas yang sudah direalisasikan.

Sementara itu, untuk kondisi infrastruktur lingkungan seperti saluran drainase dan jalan, secara umum masih dalam kondisi baik. Meski demikian, terdapat beberapa titik yang mengalami sumbatan akibat sedimentasi dan sampah.

Ia menyebut, permasalahan tersebut masih dapat ditangani melalui kegiatan gotong royong masyarakat bersama aparat kelurahan untuk melakukan normalisasi saluran.

“Masih aman, karena dari dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum, tetap dikontrol,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO