Senin, April 20, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURPemkab Lotim Siap Revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong

Pemkab Lotim Siap Revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) berencana membangun kembali Masjid Agung Al-Mujahidin Selong menjadi masjid termegah dengan fasilitas yang jauh lebih memadai.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan, masjid kebanggaan daerah ini akan direvitalisasi dengan konsep modern yang memisahkan area ibadah dari fasilitas pendukung.

Bupati yang akrab disapa Pak Haji Iron itu menjelaskan, rencananya Masjid Agung Al-Mujahidin akan dilengkapi basement di bagian bawah sebagai area parkir. Selain itu, tempat wudu dan kamar mandi juga akan ditempatkan di lantai bawah, sementara lantai atas khusus untuk tempat ibadah.
“Kami ingin tempat ibadah tetap bersih dan steril sehingga tidak ada bau tidak sedap. Jemaah yang masuk ke masjid untuk melaksanakan ibadah menjadi jauh lebih tenang dan nyaman,” ujar Bupati Haerul Warisin, Kamis (17/4/2026).

Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran setidaknya Rp30 miliar hingga Rp50 miliar dari APBD untuk menata kembali bangunan masjid yang pernah direnovasi oleh Bupati Ali bin Dahlan beberapa tahun silam. Dana tersebut akan dikucurkan secara bertahap dalam tiga tahun berturut-turut.

Haji Iron menegaskan, Masjid Agung Al-Mujahidin sebagai masjid tingkat kabupaten tidak boleh kalah megah dibandingkan dengan masjid-masjid di tingkat kecamatan dan desa. Diketahui, masyarakat Kabupaten Lombok Timur terbilang sangat antusias dan semangat dalam membangun masjid. Ribuan masjid telah terbangun di wilayah ini, sebagian di antaranya terlihat sangat megah dan indah.

Terpisah, Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengungkapkan bahwa selain revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin, Pemda juga berencana mengintegrasikan Masjid Besar At-Taqwa Pancor dengan Ruang Terbuka Publik (RTP) di lingkungan sekitar. Konsep ini serupa dengan penataan Masjid Besar Masbagik yang saat ini telah terhubung dengan ruang publik.

“Kami ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat yang terintegrasi dengan ruang publik,” ujar Sekda usai menghadiri pelantikan pengurus Masjid At-Taqwa Pancor periode 2026–2030, Jumat malam (17/4/2026).

Terkait usulan perluasan lahan Masjid Besar At-Taqwa, Sekda menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan pengkajian administratif dan prosedur pengelolaan aset. “Pak Bupati telah memberikan petunjuk agar kajian ini segera diselesaikan sehingga aset tersebut dapat dikelola secara optimal oleh pengurus masjid demi kemaslahatan jamaah,” ungkapnya.

Sekda juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pengurus masjid yang baru dikukuhkan. Ia menyebut bahwa pengurus masjid di Pancor telah menunjukkan integritas dan transparansi luar biasa.

“Kami di pemerintahan justru harus belajar dari manajemen masjid. Pengurus bekerja sungguh-sungguh tanpa gaji, namun mampu menjaga amanah. Tradisi transparansi di Pancor, di mana setiap aset dan sumbangan diumumkan secara terbuka, merupakan standar moral yang sangat tinggi,” puji Sekda.

Dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang mendekati 1,5 juta jiwa, Sekda menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap Masjid Besar At-Taqwa tidak hanya menjadi pusat peribadatan, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan pendidikan umat. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO