Senin, April 20, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURGuru Garda Terdepan Penguatan Karakter Siswa

Guru Garda Terdepan Penguatan Karakter Siswa

 

 

Selong (Suara NTB) – Guru merupakan tenaga pendidik di satuan pendidikan. Peranan guru sangat strategis. Guru sebagai garda terdepan dalam penguatan karakter siswa. Dalam pembangunan pendidikan, karakter ini menjadi kunci utama yang ingin dicapai. Pendidikan karakter menjadi kunci daya saing.


Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur (Sekda Lotim), H. M. Juaini Taofik dalam acara halalbihalal dan silaturahmi Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Pringgabaya yang berlangsung di halaman SMPN 1 Pringgabaya, Sabtu (18/4/2026).


Arah pembangunan pendidikan di Lombok Timur kini telah terpetakan dengan jelas dalam dokumen RPJP dan RPJMD. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal status kepegawaian tenaga pendidik, khususnya memberikan prioritas bagi guru paruh waktu agar dapat beralih menjadi penuh waktu guna menjamin kesejahteraan mereka.


Sekda menekankan peran sentral guru sebagai aktor utama di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Daya saing dan kualitas pendidikan di Lombok Timur tetap harus unggul dibanding daerah lain di Indonesia.


Sekda juga menyinggung visi Presiden dalam mendirikan Sekolah Garuda di Lombok Timur, tepatnya di Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya. Sekolah ini dirancang untuk menghimpun talenta-talenta terbaik dengan IQ di atas rata-rata agar mampu menguasai teknologi tinggi. Tujuan utamanya adalah memastikan Lombok Timur memiliki kader-kader unggul untuk masa depan.


Menyangkut nasib tenaga pendidik, Sekda meminta para guru tetap optimis terkait isu PPPK. “Isu PPPK paruh waktu adalah isu nasional. Namun di Lombok Timur, kebijakan kepala daerah sangat memihak pada guru. Pak Bupati adalah negosiator yang jago melobi ke pusat demi kesejahteraan bapak ibu guru,” ungkapnya.


Ia juga berpesan agar para guru menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas di media sosial, serta memperkuat solidaritas tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di ranah digital. Tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut guru menjadi pribadi yang adaptif di tengah gempuran arus informasi.


Ketua Panitia, Mukhsin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan rutin tahunan ini sengaja memilih lokasi di SMPN 1 Pringgabaya karena luas area yang memadai. “Ada kebanggaan tersendiri bagi saya berdiri di sini. Tujuan utama acara ini adalah mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat kekeluargaan dalam wadah PGRI, serta menjadi momentum saling memaafkan setelah Idul Fitri,” demikian ujarnya. (rus)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO