Mataram (Suara NTB) — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar kegiatan skrining kesehatan dan pengobatan gratis, di kampus IAHN Gde Pudja Mataram, Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini merupakan wujud pengejawantahan nilai pengabdian tri dharma perguruan tinggi sekaligus memperingati Hari Kartini.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., SE., M.Si., mengatakan, kegiatan skrining kesehatan dan pengobatan gratis ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan sosial kali ini, skrining dan pengobatan difokuskan pada tokoh-tokoh agama Hindu seperti Sulinggih, Pinandita, hingga Organisasi Masyarakat Hindu
“Dalam pengabdian masyarakat itu harus menyentuh seluruh komponen-komponen masyarakat, termasuk adalah orang-orang suci, tokoh-tokoh agama,” ujarnya, Selasa (21/4).
Menurutnya, kesehatan fisik para tokoh agama tersebut penting untuk diperhatikan. Kegiatan skrining dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kesehatan para tokoh agama dalam keadaan baik dan bugar. Sebab bagi Wirata, kesehatan para tokoh agama menjadi barometer dan penentu kualitas umat nantinya.
Selain sebagai upaya antisipasi dan intervensi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ikhtiar serius IAHN Gde Pudja Mataram, untuk memberi edukasi pola hidup sehat. Upaya edukatif tersebut, juga sejalan dengan semangat Kartini dalam dunia pendidikan yang diperingati setiap tanggal 21 April.
“Kaitannya dengan kegiatan ini yang bertalian dengan Hari Kartini itu adalah bahwa pendidikan tidak hanya parsial kepada para laki-laki saja, tetapi pendidikan itu digunakan secara universal,” jelas Wirata.
Ia berharap, kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat rutin dilakukan. Di samping itu, kesehatan para tokoh agama yang menjadi fokus utama kegiatan pemeriksaan dan pengobatan juga semakin bugar dan dapat terus menjaga kesehatannya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kegiatan Skrining Kesehatan dan Pengobatan Gratis, Ida Ayu Ketut Hersudikwi Adnyani, S.E., M.Ikom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian agenda dalam menyambut Hari Kartini.
Hari Kartini dimaknai sebagai upaya untuk menegaskan semangat emansipasi dan perjuangan serta pengabdian. “Jadi emansipasi wanita, Kartini, harus kita lanjutkan lagi perjuangan Kartini untuk masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Polda NTB dan BNN. Polda NTB menurunkan dokter kesehatan sebanyak 14 orang dan BNN menerjunkan satu orang dokter dan dua tenaga kesehatan. Adapun fasilitas dan layanan yang diberikan berupa pengecekan kesehatan, pemberian obat gratis.
Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi konkret dukungan kampus terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Melalui layanan skrining kesehatan yang mudah diakses, kampus hadir sebagai agen perubahan yang menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Perwakilan Polda NTB juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Sambutan tersebut disampaikan oleh Kepala Urusan Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Mataram, AKP I Nyoman Madiasa, A.Md., Kep., SH., M.I.Kom. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti nyata sinergi harmonis antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan.
Dari pantauan, pelaksanaan kegiatan skrining kesehatan dan pengobatan gratis berlangsung kondusif dan tertib. Para tokoh agama terlihat antre untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan.
Di waktu yang sama, pihak penyelenggara juga turut menyerahkan sejumlah buku berjudul “PMS dan harmoni gender dalam perspektif Hindu” dari LPPM IAHN Gde Pudja Mataram.
Ida Ayu berharap, kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan kampus kepada Asta Protas Kementerian Agama (Kemenag) RI sekaligus menyokong SDGs. (sib/*)

