Kamis, April 23, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURDampak MBG, PD Agro Selaparang Bisa Pertahankan Eksistensi Bisnis

Dampak MBG, PD Agro Selaparang Bisa Pertahankan Eksistensi Bisnis

Selong (Suara NTB) – Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang bisa pertahankan eksistensi bisnis. Salah satu bisnis yang dikembangkan adalah budi daya ikan nila dan lele. Semenjak kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG), perusahaan milik Pemkab Lotim ini turut kebanjiran order.

Pelaksana Tugas Direktur PD Agro Selaparang, Sabar menjawab Suara NTB, Rabu (21/4/2026) menjelaskan khusus ikan nila ini ia budi dayakan di lima unit kolam. Konsumsi ikan ini merupakan salah satu yang direkomendasikan oleh Badan Gizi Nasional, sehingga budi daya ikan ini terus akan dikembangkan, bahkan akan merambah ke patin.

Harga ikan cukup kompetitif. Mulai Rp28 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram. Sampai saat ini, jumlah mitra dapur yang diajak kerja sama diakui masih sedikit. Jika terus berkembang, maka semua kebutuhan dapur MBG diyakini bisa dipenuhi.

Adapun hasil produksi ikan di kolam ini bisa mencapai 5-10 kuintal setiap kali panen. Ikan nila menjadi pilihan utama sementara ini, karena dianggap lebih mudah dibudidayakan. PD Agro Selaparang siap memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola program MBG ini.

“Satu dapur mintanya 1 kilogram empat ekor, dan ikan kita ini sudah siap panen,” ucapnya. Guna menjaga stabilitas bisnis, budi daya dilakukan dengan melakukan pemisahan antara benih dengan yang siap panen.

“Sebelumnya hanya jual sekilo dua kilo saja. Sebelumnya satu dua kolam juga yang kita punya. Sekarang sudah bisa lebih banyak dan akan kita terus tambah,” imbuhnya.
Selain ikan, PD Agro juga sediakan air galon dan air minum dalam kemasan (AMDK). Saat ini PD Agro Selaparang menjadi distributor air merek Agro. Ke depan setelah produksi AMDK merek Asel, sesuai instruksi Bupati akan dipasarkan AMDK milik Pemda tersebut menjadi lebih luas.

“Kemarin kan kmai sudah terlanjur kontrak dan kmaitunggu habis masa kontrak dulu baru bisa dialihkan,” ucapnya.

Air galon disediakan PD Agro Selaparang ke dapur MBG yang digunakan bagi dapur yang tak memiliki filter air. Di mana, pencucian bahan sayur, ikan, dan bahan menu makanan tidak boleh dicuci dengan menggunakan air sembarangan. Harus pakai air galon.

Agro Selaparang menjual Rp15 ribu per galon. Adapun jumlah dapur mitra Agro untuk pengantaran air galon ini sebanyak 10 dapur MBG.

Selanjutnya, Agro juga menjadi penyedia beras. Kebutuhan pokok untuk program MBG ini cukup tinggi. Kerjasama Apgri Selaparang dengan 10 dapur saja bisa mencapai 4 ton per bulan. Harga saat ini beras premium Rp14.300 per kilogram.

Harapannya ke depan, bisnis beras untuk dapur MBG ini bisa lebih banyak dan rutin. Dengan demikian, bisnis yang dijalankan di PD Agro bisa makin berkembang yang kemudian laba bersihnya akan kembali diperuntukkan untuk pembangunan daerah.

Melihat tren kebutuhan bahan makanan di MBG cukup besar, PD Agro siap ekspansi bisnis ke ayam petelur dan daging. Diketahui selama ini ayam petelur dan daging masih kurang di Lotim.

Selain MBG, juga ada kebutuhan untuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ketika seluruh koperasi ini beroperasi maka ini bisa menjadi peluang bisnis baru bagi Agro sebagai penyedia bahan baku. Bisnis lainnya di Agro seperti distributor pupuk bersubsidi, es balok dipastikan masih tetap berjalan.

Semenjak dipimpin oleh jajaran direksi baru di bawah pimpinan Sabar, PD Agro Selaparang ini secara perlahan mulai hadirkan keuntungan. Pada tahun 2025 lalu, Agro Selaparang berhasil memberikan deviden Rp300 juta lebih kepada daerah. “Alhamdulillah, terpenting sekarang sudah mulai untung,” demikian paparnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO