Giri Menang (Suara NTB) – Penanganan jalan dan jembatan di Sekotong Timur menuju Mareje kecamatan Lembar Lombok Barat, diestimasi membutuhkan Rp7 miliar. Pengerjaan jembatan putus dan jalan rusak ini pun ditarget tahun ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lobar Lalu Ratnawi mengatakan bahwa salah satu prioritas utama yang tetap akan dieksekusi tahun ini adalah perbaikan infrastruktur di Kambeng, Sekotong Timur.
Proyek ini menjadi atensi khusus mengingat fungsinya yang krusial pasca bencana alam beberapa waktu lalu. Sesuai instruksi Bupati Lobar, pembangunan jembatan sepanjang lebih dari 10 meter dan perbaikan jalan sekitar 2 kilometer akan segera dilaksanakan.
“Untuk wilayah Kambeng Sekotong Timur, perencanaannya sudah rampung. Sekarang tinggal tahap finalisasi penyesuaian anggaran akibat dampak BBM tadi. Estimasi awal untuk penanganan jalan di sana mencapai Rp7 miliar lebih,” katanya.
Selain di wilayah Kambeng Sekotong Timur, perhatian Pemda juga tertuju pada pembukaan jalan di Buwun Mas.
Proyek strategis yang didanai melalui APBN ini melibatkan koordinasi lintas sektoral, termasuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi karena jalurnya yang melintasi kawasan hutan. Secara teknis, jalan sepanjang 9 kilometer dengan lebar 10 hingga 13 meter ini akan mengalami pengeprasan bukit guna mengatur elevasi agar tanjakan tidak terlalu terjal bagi pengguna jalan.
Guna mengejar target kemantapan jalan, khususnya di wilayah Selatan yang persentasenya masih tergolong rendah, Dinas PUPR-KP Lobar juga aktif mengusulkan perbaikan melalui dana Inpres Jalan Daerah (IJD). Beberapa titik prioritas yang diusulkan meliputi jalur Sekotong (Bapom), Lembar, hingga kawasan pesisir Buwun Mas. (her)

