SEKRETARIS Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka NTB Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi Gerakan Pramuka NTB dalam menyusun program kerja organisasi sekaligus memperluas peran Pramuka dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pembinaan generasi muda dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Rakerda diikuti 60 peserta yang terdiri atas 40 perwakilan Kwartir Cabang se-NTB dan 20 unsur Kwartir Daerah. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 24–26 April 2026, dengan agenda evaluasi program, konsolidasi organisasi, serta perumusan arah kerja tahunan.
Sekda NTB menegaskan Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, kualitas pembinaan generasi muda saat ini akan menentukan masa depan bangsa.
“Kalau kita ingin melihat Indonesia Emas 2045, maka lihatlah bagaimana pembinaan Pramuka hari ini. Di sinilah komitmen itu dibangun,” ujarnya.
Ia menilai pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui kedisiplinan formal, tetapi juga harus diperkuat dengan nilai karakter, integritas, loyalitas, dan militansi dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar seragam atau baris-berbaris, tetapi pembentukan karakter, loyalitas, dan militansi generasi muda,” katanya.
Sekda juga menekankan pentingnya kepedulian sosial dan keberanian melakukan perubahan ketika melihat kondisi yang tidak ideal di masyarakat. “Ketika kita melihat sesuatu yang tidak ideal, maka jangan diam. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB, H. Fathul Gani, menyatakan Rakerda menjadi forum penting untuk memastikan kesinambungan program kerja Pramuka di seluruh Kwartir Cabang, termasuk di tengah keterbatasan anggaran.
Ia menyebut, meskipun terjadi penyesuaian anggaran hingga sekitar 70 persen di sejumlah daerah, Gerakan Pramuka tetap dituntut menjaga keberlangsungan pembinaan generasi muda.
“Di tengah keterbatasan anggaran, program Pramuka tetap harus berjalan dan memberi manfaat bagi anggota maupun masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada konsolidasi organisasi mulai dari gugus depan hingga kwartir cabang agar setiap agenda yang dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif di daerah. (ham)

