Minggu, April 26, 2026

BerandaHEADLINEMRS 2026 Putaran Pertama, Dua Pembalap Andalan NTB Raih Hasil Berbeda

MRS 2026 Putaran Pertama, Dua Pembalap Andalan NTB Raih Hasil Berbeda

 

Praya (Suara NTB) – Dua pembalap asal NTB yang turut berlaga di ajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) seri perdana 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika memperoleh hasil berbeda pada sesi balapan pertama, Sabtu (25/42026). Arai Agaska yang untuk pertama kalinya turun di kelas Nasional Supersport (NSS) 600cc, gagal meraih podium. Sementara rekan sesama pembalap Yamaha Aldiaz Aqsal Ismaya, sukses meraih podium kedua di dua kelas sekaligus.


Di kelas Nasional Sport (NS) 250cc Aldiaz harus mengakui keunggulan pembalap Honda Andi Farid Izdihar. Sedangkan di kelas NS 150cc, pembalap asal Mataram tersebut kalah tipis 0,081detik dibelakang pembalap Yamaha lainnya Fahmi Bazam. Pembalap asal Jakarta tersebut yang sukses menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 15 menit 37,475 detik dalam balapan yang berlangsung sebanyak 8 laps.


Dalam balapan kelas NSS 600cc, Arai sebenarnya menunjukkan potensil baik. Memulai balapan dari posisi lima, Arai sukses merangsek di posisi depan di awal-awal balapan. Sempat bertarung memperebutkan posisi ketiga di beberapa laps, namun akhirnya Arai harus puas berada di posisi lima di akhir balapan. “Jalannya balapan berlangsung ketat,” aku Aldiaz.


Di kelas Junior Sport 250cc U-18 yang baru pertama kali digelar di ajang MRS, pembalap Jakarta M. Abid Ashar jadi yang tercepat. Diikuti Abimanyu Bintang (Yogyakarta) dan Ahmad Azel Savero (Kalimantan Selatan) di posisi dua serta tiga.


Sedangkan di kelas Underbone 150cc pembalap M. Syirat Syauki sukses finis pertama. Dengan podium kedua dan ketiga diisi Rendi Oding dan M. Jordan Badaru. Terakhir dikelas Indonesia Junior Talent Cup pembalap Jawa Tengah Resky YH menjadi yang tercepat. Disusul pembalap asal Yogyakarta Anindya Baskoro di posisi kedua dan pembalap junior NTB Clevan L.V.O., mengisi podium ketiga.


CEO PRIDE Motosport Edy Saputra mengatakan persaingan ketat terjadi hampir disemua kelas di ajang MRS kali ini. Hal itu dikarenakan secara kualitas, tim-tim yang berlaga di ajang MRS secara gapnya tidak terlalu jauh. Bahkan bisa dikatakan bisa dikatakan setara. Sehingga bisa menghadirkan persaingan ketat antar para pembalapnya.


“Kita lihat gap antar satu tim dengan tim lainnya di ajang MRS kali ini tidak terlalu jauh. Ini yang membuat persaiangan menjadi sangat ketat,” ujarnya seraya menambahkan balapan kedua akan berlangsung mulai Minggu siang hingga sore.

Balapan Berlangsung Ketat

Ajang balap motosport nasional Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran pertama yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit mulai 24 sampai 26 April 2026 menghadirkan aksi balapan yang seru dan ketat. Dalam dua kali balapan pada Sabtu (25/4) dan Minggu (26/4), jarak waktu antar pembalap sangat tipis di enam kelas yang dipertandingkan.


Tipisnya selisih waktu antara para pembalap tersebut menunjukkan kalau kualitas dan kemampuan tim dan pembalap yang berlaga di kejuaraan nasional tersebut hamper merata. Tidak ada tim yang terlalu mencolok atau mendominasi. Begitu juga antar para pembalapanya.


“Persaingan yang sangat ketat di semua kelas ini menunjukkan bahwa pembinaan balap di Indonesia berjalan ke arah yang positif. Selisih waktu yang tipis, bahkan hingga seperseratus detik, menandakan kemampuan para pembalap sudah sangat kompetitif dan merata,” ungkap Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria, dalam keterangannya, Minggu (26/4).


Dengan kualitas dan kemampuan yang hamper merata tersebut maka faktor fisik, strategi hingga kesiapan tim menjadi kunci penting untuk memenangkan balapan. Terlebih dengan suhu di lintasan yang begitu tinggi turut menghadirkan tantangan tersendiri bagi pembalap dan tim dalam menentukan strategi balapan yang tepat.


“Balapan di Sirkuit Mandalika tidak hanya sekadar soal kecepatan saja. Tetapi juga manajemen stamina, konsistensi dan strategi tim. Dengan suhu lintasan yang tinggi, pembalap dituntut untuk lebih cermat dalam mengatur ritme. Ini yang membuat balapan semakin menarik sekaligus menantang,” sebutnya.


Ketatnya persaingan tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi masa depan motorsport nasional. Bahwa ada potensi dari para pembalap muda hingga senior yang tampil kompetitif di ajang balapan kali ini. Mulai dari kelas pembinaan seperti kelas Indonesia Junior Talent Cup hingga kelas tertinggi Nasional Supersport (NSS) 600cc.


“Potensi besar dari para pembalap tersebut bisa menjadi fondasi penting untuk mendorong mereka ke level yang lebih tinggi ke kejuaraan-kejuaraan internasional. Dan, MRS bisa menjadi pintu gerbang bagi pembalap nasional untuk bisa menapaki karir balapan di panggung dunia,” tambah CEO PRIDE Motosport Eddy Saputra. (kir)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO