Bima (Suara NTB) – Sebanyak 71 warga Kabupaten Bima menjalani operasi katarak gratis di RSUD Bima selama April 2026. Jumlah tersebut berasal dari dua tahap pelaksanaan dengan total target 140 pasien, namun sebagian peserta tidak hadir karena bertepatan dengan musim panen di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., ME, Minggu (26/4) mengatakan, operasi katarak dilaksanakan dalam dua tahap pada pertengahan hingga akhir April 2026. Kegiatan ini berlanjut dengan menyasar pasien layak operasi sebanyak 57 orang dari target 125 pasien asal Kabupaten Bima.
“Pada pelaksanaan berikutnya, pasien yang layak operasi sebanyak 57 orang dari target 125 orang pasien Kabupaten Bima,” katanya.
Menurut Nurul, tidak tercapainya target jumlah pasien disebabkan sebagian peserta tidak hadir saat pelaksanaan kegiatan berlangsung. Waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan musim panen menjadi kendala utama kehadiran peserta dari sejumlah kecamatan.
Peserta operasi katarak berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima, yakni Langgudu, Palibelo, Ambalawi, Lambu, Parado, Woha, Wawo, Sanggar, Sape, Wera, dan Monta. “Seluruh pasien yang menjalani operasi telah melalui proses pemeriksaan awal atau skrining kesehatan sebelum dinyatakan layak menjalani tindakan medis,” tuturnya.
Pelaksanaan operasi melibatkan tim lintas instansi yang terdiri dari Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Bima, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) NTB, serta RSUD Bima sebagai lokasi pelayanan.
Tim dokter spesialis mata yang menangani operasi terdiri dari dr. Harir Rahmaniah, Sp.M, dr. Monalisa, Sp.M, dr. Tina, Sp.M, dr. Devyntya Monica Putri, Sp.M, dan dr. Andi Ashady Fitrah Pawallangi, Sp.M. Seluruh tindakan dilakukan dengan dukungan tenaga kesehatan RSUD Bima.
Nurul menegaskan, kegiatan operasi katarak merupakan bagian dari upaya menekan angka gangguan penglihatan akibat katarak di Kabupaten Bima. Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dipulihkan melalui tindakan operasi.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bima, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan pelaksanaan operasi katarak serta berharap upaya ini akan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk menurunkan angka katarak di Kabupaten Bima,” imbuhnya. (hir)

