Selasa, April 28, 2026

BerandaBREAKING NEWSRektor Unram Kukuhkan Enam Guru Besar, Perkuat Hilirisasi Riset untuk Masyarakat

Rektor Unram Kukuhkan Enam Guru Besar, Perkuat Hilirisasi Riset untuk Masyarakat

Mataram (Suara NTB) — Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd mengukuhkan enam Guru Besar Tetap di Ruang Sidang Senat Unram, pada Selasa, 28 April 2026. Pengukuhan guru besar Unram ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkuat hilirisasi riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Enam Guru Besar Tetap yang Dikukuhkan yakni:

  1. Prof. Dr. Ir. Markum, M.Sc., Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian, Bidang Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, dengan judul orasi ilmiah “Kebijakan Perhutanan Sosial: Pisau Bermata Dua Dalam Pengelolaan Hutan di Indonesia”.
  2. Prof. Ir. Yusron Saadi, S.T., M.Sc. Ph.D., Guru Besar Tetap Fakultas Teknik, Bidang Ilmu Rekayasa Sumber Daya Air, dengan judul orasi ilmiah “Tantangan Dalam Teknik Pengukuran Transportasi Sedimen Sungai Untuk Meningkatkan Umur Guna Waduk (Challenges in River Sediment Transport Measurement Techniques to Increase the Useful Life of Reservoir)”.
  3. Prof. Ir. Heri Sulistiyono, M.Eng., Ph.D., Guru Besar Tetap Fakultas Teknik, Bidang Ilmu Hidrologi, dengan judul orasi ilmiah “Pengaruh Perubahan Iklim Global Terhadap Curah Hujan di Pulau Lombok”.
  4. Prof. Dr. Ir. Lalu Ahmad Zaenuri, M.Rur.Sc., Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan, Bidang Ilmu Preservasi Semen untuk Ruminansia Kecil dengan judul orasi ilmiah “Pengencer Instan untuk semen Kambing Instant Extender for Buck Semen (inexb)”.
  5. Prof. Dr. Faturrahman, M.Si., Guru Besar Tetap Fakultas MIPA, Bidang Ilmu Sosiologi Mikroba, dengan judul orasi ilmiah “Rekayasa Mikrobioma Sebagai Inovasi Teknologi Menuju Budidaya Perairan yang Berbasis Ekosistem”.
  6. Prof. Diswandi, S.E., M.Sc. Ph.D. Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi & Bisnis, Bidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam, dengan judul orasi ilmiah “Harmonisasi Pariwisata dan Konservasi Melalui Pembayaran Jasa Lingkungan (PES)”.

Prof. Sukardi dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para guru besar yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan hadirnya tokoh-tokoh ilmuwan yang diharapkan mampu menjadi penerang, pengarah, dan penggerak perubahan melalui ilmu pengetahuan.

Menurutnya, kemajuan dunia kerap lahir dari ruang-ruang akademik melalui pemikiran para ilmuwan yang diwujudkan menjadi solusi nyata. Karena itu, guru besar memiliki tanggung jawab besar agar ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi mampu dihilirisasi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Prof. Sukardi (Suara NTB/ist)

“Guru besar tidak hanya dituntut menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan pengetahuan tersebut dapat dihilirisasi, diterjemahkan, dan dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Guru besar harus menjadi penuntun arah, penjaga nilai, dan penggerak perubahan,” ujarnya.

Prof. Sukardi juga menyoroti kontribusi keilmuan para guru besar yang baru dikukuhkan, mulai dari bidang perhutanan sosial, pengelolaan sumber daya air, perubahan iklim, rekayasa mikrobioma perairan budidaya, konservasi dan pariwisata berkelanjutan, hingga inovasi di bidang reproduksi ternak. Menurutnya, seluruh bidang kepakaran tersebut memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia pun berpesan agar para guru besar terus menjaga semangat intelektual dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Jangan pernah berhenti gelisah. Kegelisahan intelektual adalah bahan bakar kemajuan. Dari kegelisahan itulah muncul pertanyaan-pertanyaan penting dan dari pertanyaan itulah muncul peradaban,” pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Sukardi menegaskan bahwa perguruan tinggi bukan menara gading yang terisolasi, melainkan episentrum perubahan tempat ilmu, nilai, dan kemanusiaan bertemu untuk membentuk masa depan. (ron/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO