Rabu, April 29, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMKenaikan BBM Tekan Operasional Sampah, DLH Mataram Butuh Tambahan Anggaran Rp1,4 Miliar

Kenaikan BBM Tekan Operasional Sampah, DLH Mataram Butuh Tambahan Anggaran Rp1,4 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memperkirakan anggaran bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia saat ini hanya mampu menopang kegiatan operasional hingga pertengahan November 2026. Di sisi lain, kenaikan harga BBM jenis Dexlite mulai berdampak signifikan terhadap operasional pengelolaan sampah di Kota Mataram.

Mengantisipasi kondisi tersebut, DLH mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp1,4 miliar melalui Perubahan APBD 2026.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan bahwa lonjakan harga Dexlite sejak April 2024 menjadi faktor utama yang menekan anggaran operasional. Harga Dexlite yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.200 per liter kini meningkat hingga sekitar Rp24 ribu per liter atau naik hampir 85 persen.

“Dengan kondisi kenaikan harga Dexlite seperti sekarang, alokasi anggaran BBM untuk operasional penanganan sampah kemungkinan hanya bisa bertahan sampai pertengahan November. Karena itu, kami mengupayakan adanya penambahan anggaran,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan, usulan penambahan anggaran operasional tersebut akan diajukan melalui Perubahan APBD 2026 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Mataram, termasuk Sekretaris Daerah dan para asisten, terkait kebutuhan tambahan anggaran tersebut.

DLH memperkirakan kebutuhan tambahan anggaran mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Sebelumnya, alokasi anggaran BBM setiap tahun berada pada kisaran Rp9 miliar hingga Rp10 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan operasional, tidak hanya pengangkutan sampah, tetapi juga perawatan ruang terbuka hijau (RTH), penyiraman taman, hingga operasional penebangan pohon yang menggunakan kendaraan berbahan bakar.

“Secara keseluruhan anggaran BBM kita sekitar Rp10 miliar. Dari hasil kajian, kebutuhan itu berpotensi meningkat menjadi sekitar Rp11,4 miliar. Kami tetap melihat perkembangan harga ke depan. Jika harga turun, tentu akan sangat membantu,” jelasnya.

Nizar menegaskan, penghematan pada sektor operasional persampahan bukanlah pilihan yang realistis. Ritase pengangkutan sampah telah disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pengurangan operasional berisiko menimbulkan penumpukan sampah di sejumlah titik.

“Tidak bisa kita melakukan penghematan di sektor operasional seperti ini, karena ritase pengangkutan sudah ditetapkan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika penghematan tetap dipaksakan, maka potensi penumpukan sampah di berbagai lokasi tidak dapat dihindari.

DLH berharap harga BBM dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani anggaran daerah. Namun, jika harga tetap berada pada level saat ini, penambahan anggaran dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan layanan kebersihan di Kota Mataram tetap berjalan optimal. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO