Rabu, April 29, 2026

BerandaNTBUnram Gelar Seminar GEDSI, Perkuat Kesetaraan dan Inklusi Sosial

Unram Gelar Seminar GEDSI, Perkuat Kesetaraan dan Inklusi Sosial

Mataram (Suara NTB) – Seminar on GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) Action Framework Development berhasil diselenggarakan di Ruang Sidang Senat, Rektorat Universitas Mataram (Unram), pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Koneksi, LPDP, BRIN, Curtin University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Unram.

Acara yang bertajuk “Student-Led Inclusive Action for Blue Circular Economy” ini turut dibuka oleh Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong penguatan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial melalui inovasi berbasis potensi lokal.

Rektor menekankan bahwa workshop ini mengangkat isu strategis mengenai pemberdayaan perempuan melalui pengolahan cangkang udang dalam kerangka GEDSI dan blue circular economy. Menurutnya, upaya ini merupakan bentuk transformasi nyata dalam mengubah limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi sumber ekonomi baru yang bermanfaat bagi masyarakat pesisir.

“Inilah esensi transformasi yang ingin kita dorong bersama, yakni dari limbah menjadi berkah, dari keterbatasan menjadi kekuatan, dan dari ketimpangan menuju kesetaraan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Sukardi.

Ia menegaskan bahwa perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi keluarga maupun masyarakat. Ketika kelompok-kelompok tersebut diberikan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang usaha, dampaknya akan dirasakan secara luas hingga generasi berikutnya.

Pastikan Tidak Ada Kelompok yang Tertinggal

Lebih lanjut, Prof. Sukardi menyampaikan bahwa pendekatan GEDSI menuntut setiap program, kebijakan, dan inovasi yang dikembangkan untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.

“Kelompok rentan harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan riset dan inovasi tidak berhenti di ruang akademik, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Prof. Sukardi (Suara NTB/ist)

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyoroti pentingnya peran kampus sebagai katalisator perubahan melalui pendampingan teknologi pengolahan cangkang udang, pelatihan kewirausahaan berbasis hasil olahan, penguatan jejaring pasar, hingga kolaborasi riset lintas institusi nasional maupun internasional.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Curtin University dan seluruh mitra internasional yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kami sangat menghargai kolaborasi ini dan berharap kerja sama yang terjalin dapat terus memberdayakan masyarakat pesisir melalui solusi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, pelibatan mahasiswa sebagai motor penggerak inisiatif berbasis GEDSI dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan aksi nyata yang berdampak luas. Melalui pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan mitra internasional, diharapkan lahir solusi inovatif yang mampu mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Sukardi berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam menghadirkan keadilan sosial yang lebih inklusif. Sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

“Semoga dari cangkang-cangkang udang yang selama ini terabaikan dapat lahir ide-ide besar, usaha-usaha mandiri, dan perempuan-perempuan tangguh yang menjadi penggerak perubahan menuju masa depan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Seminar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas institusi untuk membangun model pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Sekaligus menegaskan komitmen Unram dalam mendukung pembangunan pesisir melalui riset dan inovasi yang berdampak nyata. (ron/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO