Taliwang (Suara NTB) – PT International Paint Indonesia menggelar kegiatan Coating Insight Seminar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Berkolaborasi dengan PT Wahyu Mandiri Amara Cipta – perusahaan distributor International Paint wilayah NTB, seminar ini mengangkat tema “Perlindungan Aset dan Keberlanjutan Operasional”.
Kegiatan seminar ini digelar di Hotel Conjioo Sumbawa, Maluk pada Selasa (5/5/2026). Puluhan peserta dari berbagai perusahaan yang selama ini menjadi mitra PT Wahyu Mandiri Amara Cipta hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari itu.
Acara dibuka oleh Direktur Utama PT Wahyu Mandiri Amara Cipta, H. Amran Wahyudiah, S.T. Dalam sambutannya ia menyampaikan, kegiatan ini pada dasarnya bertujuan mendekatkan silaturahmi dengan sejumlah perusahaan yang telah menjadi mitra PT Wahyu Mandiri Amara Cipta selama ini. Karena kepercayaan mereka membuat perusahaan yang dimpimpinnya mampu eksis hingga saat ini.
“Acara ini kami buat bukan untuk belajar teori (coating) saja. Ini bentuk terima kasih kami karena selama ini telah mempercayakan produk kami untuk menunjang bisnis saudara-saudara,” katanya.

International Paint Indonesia merupakan anak usaha dari AkzoNobel yang merupakan produsen cat dan pelapis performa tinggi (coatings) terbesar di dunia. Keberadaannya sudah eksis sejak puluhan tahun di Indonesia. Dalam menjaga kemitraan, layanan perusahaan tidak hanya didesain sampai pada menjual produk saja. Namun perusahaan juga bertujuan memberikan edukasi kepada konsumen dalam mengamplikasikan produk yang dipasarkan.
“Lewat seminar seperti inilah kami memberi pengetahuan kepada para mitra atas setiap produk kami,” kata H. Amran.
Asisten II Setda Kabupaten Sumbawa Barat, Sahril yang hadir sebagai tamu undangan mengapresiasi kegiatan ini. Dalam sambutannya mewakili Bupati KSB, Sahril mengatakan, pemerintah KSB membuka ruang seluas-luasnya kehadiran investasi ke daerah. “Sekarang kita sudah menyediakan lahan sekitar 1.200 hektar untuk kawasan industri. Dan saya lihat teman-teman ini sudah membaca peluang itu,” ujarnya.
Dalam 5 sampai 7 tahun ke depan, lanjut Sahril kawasan tersebut akan terus berkembang. Kehadiran berbagai industri penopang pertambangan diyakininya akan turut memacu pula tingginya kebutuhan pemanfaatan produk-produk perlindungan bangunan industri. “Semoga ini juga memberi manfaat kepada masyarakat secara luas,” tukasnya.
Pada seminar ini menghadirkan 3 orang pembicara teknis dari International Paint Indonesia. Di antaranya Country Sales Manager Protective Coatings, Gunawan Hartono, Country Technical Service Manager, Rizal Tresna Ramdhani dan Rusli Adi Nugroho selaku Business Development Manager – Specification Selling Specialist Linings.

Gunawan Hartono yang didapuk sebagai pembicara pertama membahas prospek pasar dan bisnis usaha cat pelindung AkzoNobel khususnya yang diproduksi International Paint Indonesia. Ia memaparkan sejarah keunggulan tiap produknya hingga pemanfaatannya pada proyek-proyek skala besar di Indonesia selama ini.
Rusli Adinugroho sebagai pemateri kedua mengangkat tema soal upaya perlindungan aset bermaterial besi terhadap bahaya korosi. Ia secara spesifik bahkan memberi contoh dengan aset-aset kegiatan pertambangan yang sangat relevan dengan para peserta seminar.
Sementara itu Rizal Tresna berbicara terkait hal teknis pengaplikasian pelapisan (coating). Di hadapan para peserta ia memaparkan secara rinci tahapan-tahapan yang benar soal penggunaan produk coating untuk menjaga kualitas hasilnya agar lebih optimal.
Kegiatan seminar ini sendiri diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh antusias. Mereka serius menyimak setiap sesi pembahasan dan aktif memberikan berbagai pertanyaan kepada para pembawa materi. Beberapa peserta diberi kesempatan memberikan testimoni seputar pengalamannya memanfaatkan berbagai produk cat pelapis buatan International Paint. Suasana seminar juga dibuat meriah karena di sela-sela kegiatan pihak panitia menggelar undian berhadiah bagi peserta. (bug/*)

