BerandaBUDAYA DAN HIBURANMenelisik Relasi Pelik dalam Keluarga Lewat Cerpen

Menelisik Relasi Pelik dalam Keluarga Lewat Cerpen

Keluarga merupakan unsur penting sekaligus pelik dalam struktur masyarakat. Relasi, karena itu menjadi krusial bagi individu di dalamnya. Setiap orang, tentu berangan ingin memiliki hubungan baik dalam keluarga. Namun, kenyataan tak selalu seperti yang dibayangkan. Intrik di dalamnya, kadang tak bisa dihindari.

Potret itu menjadi tema utama yang dibawa oleh Iin Farliani, melalui buku kumpulan cerpen (Kumcer) teranyarnya: “Mei Salon”. Kumcer yang pertama kali terbit pada 1 Juni 2024 oleh penerbit Mizan ini masuk Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025.

Kumcer “Mei Salon” berisi 16 Cerpen, salah satunya berjudul sama dengan judul buku ini. Cerpen dalam Kumcer ini menguliti relasi masing-masing tokoh juga hubungan tokoh dalam kosmos keluarga.

Meski beberapa cerpen seperti “Istri Prajurit”, “Tanda Mata dari Sang Profesor”, “Fani Nirwana”, “Akuarium”, dan beberapa Cerpen lain dominan menyoroti kerumitan relasi antar-individu, cerita-cerita itu tetap bersinggungan dengan relasi yang lebih besar yakni keluarga.

Cerpen “Istri Prajurit”, misalnya yang berkisah tentang tokoh “aku” yang tertarik dengan kebiasaan seorang perempuan tua yang senang bersolek di atas pukul 22.00 malam. Konon, perangai itu dilakukan untuk bersiaga jika suaminya yang seorang prajurit balik dari medan perang. Namun, suaminya tak kunjung pulang.

Di sini, relasi antara perempuan tua dan sang suami dalam bingkai hubungan keluarga menutupi dominasi penceritaan relasi tokoh aku dengan temannya bernama Agan dalam bingkai relasi antar-individu.

Atau Cerpen “Tanda Mata dari Sang Profesor” yang menelisik hubungan tokoh Akka dengan Sang Profesor melalui sebuah tanda mata. Pemberian hadiah secara tiba-tiba oleh sang profesor membawa Akka kembali ke kenangan masa kuliahnya. Dari teman (si perantara), Akka mengetahui kehidupan Sang Profesor yang telah lama tak ia jumpai. Bagaimana kesehatan Sang Profesor memburuk setelah ditinggal mati istrinya.

Lagi-lagi, relasi antar-individu antara Akka dengan Profesor tertutupi oleh cerita bagaimana hubungan Profesor dengan sang Istri (keluarga).

Adapun Cerpen-cerpen yang kuat menyoroti intrik keluarga, seperti “Sebuah Rumah Berwarna Biru”, “Ramalan di Hari Angin”, Tamu Asing”, dan beberapa Cerpen lainnya.

Cerpen Sebuah Rumah Berwarna Biru misalnya yang menceritakan kehidupan keluarga Jakob yang nampak adem-ayem namun menyimpan kisah ironis di dalamnya.

Kemudian, Cerpen Tamu Asing mengisahkan sebuah keluarga (Ibu dan tiga anak) dengan mantan suami yang menerornya setiap saat.

Sementara itu, cerpen yang menjadi judul Kumcer ini “Mei Salon” menceritakan relasi Mey si tokoh utama dengan sebuah keluarga pemilik Salon bernama Mei. Mei dan anaknya yang memiliki nama serupa diceritakan memiliki hubungan baik dengan Mey. Namun, setelah ada desas-desus tentang keluarga Mei, relasi antara Mey dengan Mei cukup renggang.

Bisa diterawang, kebanyakan Cerpen dalam Kumcer “Mei Salon” selalu bersinggungan atau menyinggung perihal intrik individu dengan keluarga. Meski demikian, relasi antar-individu tetap menjadi sorotan yang tak kalah menarik.

Bahasa Sederhana

Mei Salon tidak datang dengan kosakata dan bahasa yang rumit. Mei Salon justru menghadirkan diksi yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena Iin Farliani menghadirkan latar tempat sejumlah cerpen kerap berada di dekat pantai, beberapa kosakata yang bersinggungan dengan laut dan pantai akan akrab jumpai. Seperti, bulu babi, herbarium, telur penyu, mangrove, rhizophora, tawar, payau, hewan laut, tebing, granit, aerator, hatchery, rumput laut, hingga ombak.

Selebihnya, diksi sehari-hari menghiasi dialog dan cerita.

Tak boleh luput adalah soal bagaimana narasi yang dibangun. Alih-alih membuat narasi yang “njelimet”, Mei Salon justru hadir dengan konstruksi narasi yang memukau sekaligus mempesona.

Akhirnya, Mei Salon berhasil membawa pembaca ke dalam keruwetan konflik relasi antar-individu dan individu dengan keluarga melalui kesederhanaan diksi, dengan balutan narasi yang memukau.

Kumcer ini saya kira perlu menjadi bacaan penting bagi siapa saja yang ingin melihat silang-sengkarut relasi antar-manusia sebagaimana rumitnya manusia itu sendiri. (Sibawaeh)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO