Mataram (Suara NTB) – Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menjadi tuan rumah sekaligus sponsor kegiatan Training ESQ 165 Peduli Pendidikan NTB “Untukmu Guru” yang ditutup pada Kamis (7/5/2026) lalu di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono Unizar.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan ratusan guru dari berbagai daerah di NTB, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, Madrasah hingga SLB. Suasana penutupan berlangsung penuh haru, reflektif, sekaligus membangkitkan semangat para pendidik dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era modern.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar beserta istri, Rektor Unizar, Wakil Rektor III, para dekan di lingkungan Unizar, Kepala Biro Humas, Kerja Sama dan Alumni Unizar, serta sejumlah pejabat lainnya. Dari Pemerintah Provinsi NTB hadir langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Komisaris Bank NTB Syariah, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Dikpora NTB, Deputi Director Corporate ESQ Corp, Korwil FKA-ESQ NTB, dan para tamu undangan lainnya.
Pendiri ESQ sekaligus motivator nasional, Prof. Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian, dalam sambutannya melalui zoom meeting menyampaikan kekagumannya terhadap NTB yang dinilai memiliki kekuatan spiritual luar biasa.
“NTB adalah daerah yang istimewa. Pulau Seribu Masjid ini merupakan tempat di mana nilai-nilai spiritual dijaga dengan sangat baik. Masyarakatnya menjunjung tinggi ketakwaan dan memuliakan agama,” ujarnya.
Ia menilai, pelaksanaan Training ESQ untuk guru di NTB bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, daerah dengan kekuatan religius yang tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan generasi emas Indonesia menuju 2045. Ary Ginanjar juga menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada kecerdasan intelektual semata.
“Pendidikan yang hanya mengisi otak tanpa menyentuh hati tidak akan mampu membentuk manusia yang utuh. Selain kecerdasan intelektual, anak-anak juga harus dibekali kecerdasan emosional dan spiritual,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan emosional mencakup kemampuan berempati, bersosialisasi, dan memimpin diri sendiri, sedangkan kecerdasan spiritual berkaitan dengan kemampuan memahami tujuan hidup dan jati diri manusia.
Dalam kesempatan itu, Ary Ginanjar juga menyampaikan apresiasi kepada Unizar yang telah memfasilitasi pelaksanaan Training ESQ selama dua hari penuh.
Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si, menyampaikan pidato yang menyentuh dan penuh refleksi di hadapan para peserta training. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Unizar karena sudah beberapa kali hadir di kampus tersebut, bahkan sejak masih bertugas di Jakarta.
“Unizar termasuk kampus yang sering saya kunjungi. Bahkan sebelum menjadi gubernur, saya pernah mengisi orasi ilmiah di sini,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Gubernur mengajak para guru untuk kembali menyadari besarnya tanggung jawab mereka dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menilai media sosial dan globalisasi telah menyebabkan penyeragaman perilaku hingga perlahan mengikis karakter lokal dan nilai-nilai budaya.
Suasana penutupan sempat berubah haru ketika Gubernur NTB berbicara mengenai kondisi guru PPPK paruh waktu yang sempat mengalami penurunan penghasilan akibat kesalahan kebijakan (policy error). Ia mengaku mengalami tekanan batin luar biasa ketika mengetahui ada guru yang sebelumnya menerima penghasilan sekitar Rp2,5 juta, namun setelah kebijakan baru justru hanya menerima Rp40 ribu hingga Rp80 ribu per bulan.
Namun, di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemprov NTB akhirnya menetapkan penghasilan minimum tambahan bagi PPPK paruh waktu sebesar Rp500 ribu per bulan yang mulai diberlakukan pada September mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB juga menyampaikan pesan yang mendapat tepuk tangan panjang dari peserta.
Melalui kegiatan ini, Unizar kembali memperlihatkan perannya sebagai kampus yang tumbuh bersama masyarakat NTB dan menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. (ron)

