BerandaNTBSUMBAWA BARAT185 Hektar Lahan Padi Diusulkan Peroleh Asuransi

185 Hektar Lahan Padi Diusulkan Peroleh Asuransi

Taliwang (Suara NTB) – Sebanyak 185 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), diusulkan untuk mendapat klaim asuransi usaha tani padi (AUTP). Asuransi ditargetkan bisa dicairkan bulan ini.

Lahan pertanian padi yang diusulkan mendapatkan asuransi merupakan lahan mengalami gagal panen di tahun 2026. Penyebabnya akibat serangan hama tungro terjadi di sejumlah kecamatan. “Pokok totalnya 185 hektare di data kami yang diajukan untuk mendapat klaim asuransi,” terang Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupatan Sumbawa Barat, Syamsul Rizal, Senin, 11 Mei 2026.

Proses pengajuan klaim AUTP lanjutnya, dalam tahap pelengkapan dokumen. Rizal menjelaskan, ada beberapa data dokumen pendukung yang perlu dilengkapi sebagai syarat sebelum klaim asuransi dicairkan oleh PT Jasindo. “Contoh data pendukung yang diperlukan, ada lahan yang statusnya dikelola bukan pemilik lahan tapi petani penggarap itu harus ada surat keterangannya,” urainya.

Sejauh ini kata Rizal, proses pelengkapan data tambahan itu terus berjalan. Pihaknya memfasilitasi agar petani segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk mencairkan asuransi tersebut. “Kita kejar pertengahan bulan ini selesai,” cetusnya.

Disamping mengupayakan percepatan pencairan klaim asuransinya. Pihaknya juga sedang berupaya mengintegrasikan, agar proses penyaluran klaim asuransi melalui rekening bank yang didapatkan petani dari Program Kartu KSB Maju. Sebagaimana diketahui program AUTP yang dicanangkan Pemda KSB saat ini, masuk dalam bagian Program Kartu KSB Maju Layanan Pertanian.

“Kalau ini terintegrasi maka dana klaim asuransi AUTP langsung masuk ke rekening Kartu KSB Maju yang sudah dipegang tiap petani,” papar Rizal.

Sementara itu disinggung mengenai bantuan lain yang disiapkan pemerintah terhadap petani yang lahannya terserang hama tungro? Rizal menyatakan, pihaknya tengah merancang beberapa jenis bantuan. Diantaranya, bantuan sarana produksi berupa pemberian kapur dolomit bagi petani yang lahannya terjangkit serangan hama tungro.

“Kapur dolomit itu dibutuhkan untuk menetralkan kadar asam tanah. Karena padi yang kena tungro itu asam tanahnya tinggi. Dan program ini akan kita usulkan anggarannya di APBD Perubahan tahun ini,” imbuh Rizal.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO