BerandaNTBSUMBAWASusun Masterplan Penataan Ruas Jalan Dalam Kota

Susun Masterplan Penataan Ruas Jalan Dalam Kota

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, mengusulkan anggaran sekitar Rp500 juta untuk rencana penyusunan Masterplan (rencana induk) penataan jalan dalam kota. Rencana induk ini akan dilakukan oleh konsultan independen.

“Kita susun rencana induknya dulu dengan menggandeng konsultan independen, hasil kajian inilah yang menjadi dasar kita dalam upaya melakukan penataan nantinya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa, H. Rosihan pada, Rabu (13/5).

Rencana awal ruas jalan yang akan ditata tersebut, yakni Jalan Diponegoro, Yos Sudarso, Dr. Cipto, Ahmad Yani, dan Jalan Komando. Untuk pelaksanaan tetap menunggu hasil rencana induk disusun layak atau tidak dilakukan penataan.

Selain ruas jalan tersebut lanjutnya, jalan yang berada di depan SMP 1 Sumbawa akan dijadikan satu arah. Sementara, pengendara akan dialihkan melalui Jalan Martatuli.

“Jadi, jalan yang di depan SMP tidak lagi dua jalur melainkan satu jalur dan Jalan Multatuli itu tidak lagi ke arah simpang PLN. Tetapi kalau kita mau ke jalan Dr. Cipto lurus satu arah nanti,” ucapnya.

Pemerintah juga saat ini akan mengembalikan lokasi putar balik di Bank Mega yang selama ini ditutup. Hanya saja lokasi putar balik tersebut, tidak akan ditempatkan di lokasi semula melainkan akan diubah dan jalan di lokasi tersebut juga akan diperlebar nantinya.

Pemkab Sumbawa akan membuat dua lokasi putar balik yang berada di depan SMA Diponegoro. Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses putar balik bagi masyarakat karena selama ini masih banyak yang melanggar.

“Banyak masyarakat kita yang melanggar lalu lintas di depan SMA Diponegoro. Makanya kita akan buka lagi di depan SMA Diponegoro untuk memudahkan akses masyarakat yang selama ini masih melanggar,” timpalnya.

Ia berharap usulan kebutuhan anggaran bisa disetujui, sehingga pelaksanaan penyusunan Masterplan bisa segera dilakukan. Tim konsultan akan melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap ruas jalan yang ada di dalam kota baik lebar maupun titik-titik yang dianggap butuh penataan.

“Kami berharap usulan anggaran penyusunan Masterplan itu bisa disetujui, sehingga kami bisa mendapatkan kondisi sebenarnya di lapangan terkait rencana penataan tersebut,” ujarnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO