BerandaNTBSUMBAWA45.054 Hektar Lahan di Sumbawa Sangat Kritis

45.054 Hektar Lahan di Sumbawa Sangat Kritis

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memasifkan gerakan Sumbawa “menanam” dalam mewujudkan Sumbawa hijau lestari di lahan sangat kritis, kritis, dan lahan potensi kritis untuk diselamatkan. Tercatat 45.054 hektar lahan sangat kritis dari total 665 hektar.

“Dari total luas wilayah sekitar 665 ribu hektar, 45.054 hektar lahan sangat kritis, 113.564 hektar kritis, dan 148.947 hektar lahan potensial kritis. Sehingga pemerintah berkomitmen melakukan penyelamatan,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya dikonfirmasi pada, Rabu, 13 Mei 2026.

Ivan melanjutkan, meski hingga baru sekitar 35.000 pohon telah ditanam dan sebanyak 264.645 bibit telah didistribusikan ke 24 kecamatan. Program Safari Sumbawa Menanam, Gerakan 1 Siswa 1 Pohon, dan berbagai gerakan konservasi lainnya juga akan terus dilakukan pemerintah.

Berdasarkan hasil monitoring lanjut Ivan, menunjukkan tingkat keberhasilan hidup tanaman rata-rata masih berada di angka 42 persen. Tingginya angka kematian tanaman dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari penggunaan herbisida pada lahan jagung serta minimnya perawatan pasca tanam.

“Kami juga menemukan banyak tanaman rusak karena serangan hama, konflik ternak, kondisi tanah berbatu, hingga persaingan cahaya dengan tanaman pertanian,” ucapnya.

Pihaknya akan terus melakukan penguatan dengan menggelar patroli terpadu bersama TNI-Polri dan KPH. Selain itu, sistem monitoring kawasan hutan secara real-time, penegakan hukum pelaku illegal logging, pelibatan masyarakat sebagai mitra perlindungan hutan juga akan terus dilakukan.

Progam ini merupakan komitmen pemerintah dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup serta menekan kerusakan hutan dan degradasi lahan. Gerakan penanaman pohon serentak ini menjadi langkah konkret untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, pengendali tata air, serta pelindung ekosistem alam.
“Kami menegaskan pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat demi keberlanjutan kehidupan generasi sekarang dan yang akan datang,” tukasnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO