BerandaNTBSUMBAWASelama 2026, 22 Kapal Pesiar Dijadwalkan Masuk ke Sumbawa

Selama 2026, 22 Kapal Pesiar Dijadwalkan Masuk ke Sumbawa


Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak 22 kapal pesiar dijadwalkan masuk ke Sumbawa selama tahun 2026. Kapal pesiar ini diprediksi mengangkut wisatawan mencapai 100.000 orang baik itu wisatawan mancanegara maupun domestik.


“Tahun ini ada 22 kapal pesiar yang masuk ke Sumbawa dan sudah mulai sejak bulan Januari hingga akhir tahun. Kapal ini nantinya akan membawa ratusan wisatawan,” kata Kadis Parpora, Tata Kostara kepada Suara NTB, Kamis (4/6).


Tata melanjutkan, para wisatawan kapal pesiar ini nantinya hanya akan mengunjungi beberapa destinasi yang berada di dalam kota. Khususnya destinasi wisata berapan kebo (balapan kerbau) baik yang berada di desa Jorok maupun Pemulang.


“Kalau ke dalam Sumbawa mereka hanya datang dmenikmati barapan kebo. Kalau tidak dibawa ke Pemulang ya ke Desa Jorok yang selalu rutin menggelar event tersebut,” ucapnya.

Pemerintah pun saat ini tengah mengikhktiarkan untuk membangun lokasi khusus untuk melakukan event berapan kebo. Hal itu dilakukan karena selama ini daerah tidak mendapatkan apa-apa dari segi pendapatan asli daerah (PAD) dari kunjungan wisatawan yang masuk ke Sumbawa.


“Yang mereka cari hanya berapan, makanya kita akan siapkan lokasi khusus untuk event tersebut. Sehingga para wisatawan yang turun dari kapal bisa langsung mengunjungi destinasi wisata tersebut,” ujarnya.


Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Bapperida untuk mewujudkan lokasi khusus berapan kebo. Bahkan salah satu lokasi yang dianggap sangat cocok berada di belakang Sumer Payung yang memiliki akses yang sangat dekat dari dermaga.


“Mereka (wisatawan) memiliki waktu di darat sekitar 1-2 jam, makanya kita mencoba berkoordinasi dengan Bapperida untuk membangun lokasi berapan kebo karena hanya itu yang memiliki daya tarik bagi mereka,” jelasnya.

Untuk mengejar target 100.000 wisatawan itu akan didukung destinasi wisata unggulan yang sudah disiapkan sebelumnya. Seperti wisata hiu paus (whale shark) di Labuan Jambu, air terjun mata jitu di Pulau Moyo, paket-paket wisata yang ada di dalam kota Sumbawa.


“Saat ini kita sedang mengemas event untuk skala nasional yakni festival melala yang masuk dalam Kharisma Event Nasional (KEN) dan beberapa event lainnya, ” ujarnya.


Begitupun juga destinasi wisata hiu paus yang terus menggeliat dan bisa menambah pendapatan masyarakat dari penyewaaan rumah dan transportasi. Peluang inilah yang dianggap sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.

“Pola sosialisasi dan promosi wisata ke daerah lain akan terus dilakukan untuk mengejar target tersebut di akhir tahun 2026 nanti,” ujarnya. (ils)


IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO