Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk melakukan revitalisasi terhadap Terminal Sumer Payung. Kondisi terminal ini sudah berada dalam kondisi cukup memperihatinkan terutama banyaknya atap yang bocor.
“Kondisi saat ini memang cukup memprihatinkan terutama ketika terjadi hujan, sehingga kenyamanan para penumpang sangat terganggu,” kata Kepala Terminal Sumer Payung, Tughirin, kepada Suara NTB, Kamis (4/6).
Kondisi terminal ini sudah berlangsung sejak lama dan belum ada perbaikan secara maksimal yang dilakukan pemerintah. Apalagi saat ini kata dia,musim penghujan maka tempat berteduh penumpang akan tergenang air yang membuat penumpang tidak nyaman.
“Kalau musim kemarau masih aman yang tidak aman ketika musim hujan karena pasti akan banjir sehingga penumpang tidak nyaman berada di terminal,” ujarnya.
Pada tahun 2019, pihaknya sudah menyelesaikan penyusunan Detai Engineering Design (DED) revitalisasi terminal tersebut. Bahkan terminal ini memiliki tiga lantai, tetapi di tahun tersebut terjadi pandemi Covid-19 dan efisiensi anggaran, sehingga belum bisa terealisasikan.
“Tahun ini mudahan bisa terealisasi karena beberapa waktu lalu sudah mulai dilakukan pengukuran oleh konsultan. Terutama talang-talang yang bocor bisa diperbaiki demi kenyamanan penumpang,” tambahnya.
Berdasarkan hasil rapat terakhir lanjutnya, pemerintah berencana akan melakukan revitalisasi total terhadap Terminal Sumer Payung di tahun 2028 mendatang. Untuk merevitalisasi secara keseluruhan kebutuhan anggaran ditaksir mencapai Rp2 miliar lebih.


