BerandaNTBLOMBOK TIMURSektor Pertanian Lotim Jadi Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Pertanian Lotim Jadi Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi

 

Selong (Suara NTB) – Sektor pertanian kembali menunjukkan perannya sebagai tulang punggung perekonomian Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sumbangan sektor pertanian dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 27 persen. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Lotim. Ini menegaskan, kehidupan ekonomi masyarakat Lotim sangat bergantung pada sektor pertanian beserta seluruh rantai turunannya.


Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Pertanian, H. Badarudin, menjelaskan, subsektor tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, menjadi yang paling menonjol dan banyak diusahakan oleh petani. “Ketika pertanian tumbuh baik, daya beli masyarakat naik, perdagangan ikut bergerak, sehingga ekonomi daerah tumbuh signifikan,” ujarnya.


Pemerintah pun telah meluncurkan sejumlah kebijakan strategis untuk mengatasi permasalahan petani, baik dari sisi sarana produksi maupun kepastian harga.


Pertama, penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi hingga 100 persen pada awal tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhan petani dalam rangka peningkatan produksi. Selain itu, terjadi penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen pada akhir tahun 2025.


Kedua, Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas padi sebesar Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram. Kebijakan ini diikuti dengan peningkatan peran Bulog dalam menyerap hasil produksi petani, sehingga berdampak pada penurunan biaya produksi, peningkatan produktivitas, dan akhirnya meningkatkan pendapatan petani.


Ketiga, dukungan Pemerintah Daerah melalui penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan irigasi, serta pendampingan intensif oleh petugas pertanian.


Menurut Badarudin, tak hanya berfokus pada tanaman pangan, Pemkab Lotim juga mulai menggencarkan program hilirisasi pada komoditas unggulan lainnya. Salah satu yang paling berkembang adalah hilirisasi rumput laut, ditandai dengan pembangunan International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) di Ekas, Kecamatan Jerowaru. Pusat riset berskala internasional ini akan mengembangkan rumput laut dari hulu ke hilir, mulai dari penggunaan bibit unggul hingga pengolahan menjadi berbagai produk jadi untuk kebutuhan pasar lokal maupun ekspor.


Hilirisasi sapi potong yang selama ini hanya dijual dalam bentuk sapi hidup. Padahal nilai tambah terbesar ada pada pengolahan daging, pengemasan, dan cold chain untuk menghasilkan produk premium seperti daging segar vakum, abon sapi, hingga rendang kemasan.


Hilirisasi sapi perah untuk menghasilkan susu pasteurisasi, yogurt, susu bubuk, dan lainnya. Pembangunan pabrik pakan ternak (mini) untuk sapi, kambing, ayam, dan ikan, termasuk produk turunan seperti silase dan konsentrat. Dengan adanya pabrik pakan, biaya pemeliharaan ternak akan turun, peternak lebih untung, dan ekonomi daerah berputar secara lokal.


Ditambahkan, Pemkab Lotim saat ini tengah menyusun Blue Print Hilirisasi yang komprehensif untuk memaksimalkan seluruh potensi daerah. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan sektor pertanian dan turunannya tidak hanya menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara berkelanjutan. (rus)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO