Giri Menang (Suara NTB) – Permintaan hewan kurban di Lombok Barat (Lobar) mengalami tren peningkatan tiap tahunnya. Tingginya permintaan hewan kurban ini pun menjadi angin segar bagi peternak di Lobar. Peternak bisa memperoleh untung besar dari hasil penjualan ternak tersebut.
Makbul, salah satu peternak di Lingkungan Menang Gerung, Lobar, mengatakan, untuk kebutuhan Iduladha ini, pesanan ternak meningkat. “Pasti mengalami peningkatan (pesanan),” kata dia, kemarin.
Berkaca pada tahun lalu saja, jumlah ternak yang laku terjual hampir 300 ekor kambing. Sedangkan ternak sapi lebih dari 100 ekor yang terjual. Untuk pesanan tahun ini pun diyakininya meningkat, mengingat dari tahun ke tahun penjualan ternak naik.
Dari hasil penjualan ternak itu pun bisa diperoleh untung lumayan, satu ekor kambing untungnya bisa Rp400-500 ribu. Berbeda dengan sapi, yang untugnya lebih besar. Itu pun tergantung orang yang beli, seperti sapi pesanan presiden untuk Banpres tersebut. Ia sendiri selain berternak juga memelihara ternak milik pengusaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lobar, H.M. Hakam, S.STp., mengungkapkan tren peningkatan populasi ternak konsisten dari tahun ke tahun. Data Dinas Pertanian periode 2024 ke 2025 saja, terjadi penambahan populasi ternak sekitar 4.000 ekor atau lebih dari 4 persen. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun 2026.
“Dari sisi kesiapan stok, alhamdulillah posisi kita aman. Untuk sapi saja, stok kita mencapai 99.019 ekor, sementara rata-rata pemotongan hewan kurban tahun lalu sekitar 4.011 ekor. Artinya kita surplus,” ujar Hakam.
Hakam memaparkan Llebih rinci, data tahun 2025, total hewan kurban yang dipotong mencapai 4.011 ekor, yang terdiri dari 1.617 ekor sapi, 2.392 ekor kambing, dan 2 ekor domba. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang totalnya mencapai 3.155 ekor. (her)

