BerandaNTBLOMBOK TIMURSekjen PP Muhammadiyah Resmikan RS PKU Muhammadiyah Sikur

Sekjen PP Muhammadiyah Resmikan RS PKU Muhammadiyah Sikur

 

Selong (Suara NTB) – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.ED., meresmikan Rumah Sakit Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Sikur yang telah selesai dibangun dan siap dioperasikan, pada Minggu (17/5/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Milad ke-114 Muhammadiyah yang direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah pada bulan Oktober mendatang, setelah izin operasional dari pemerintah kabupaten terbit.


Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mukti mengungkapkan perjuangan panjang berdirinya rumah sakit tersebut. Ia mengaku mengikuti dinamika pembangunan dari jauh dan turut mendoakan agar fasilitas kesehatan ini dapat terwujud.


“Ciri orang Muhammadiyah itu kalau sudah punya niat, susah dihentikan. Walaupun kadang-kadang tipis antara niat dengan nekat. Awal mulanya Rp100 juta, tapi biaya bangunannya sampai Rp100 miliar. Tapi selesai juga,” ujarnya dengan nada penuh haru, Minggu (17/5/2026).


Prof. Abdul Mu:ti juga menyoroti keterbukaan Muhammadiyah dalam membangun fasilitas publik. Ia menceritakan bahwa pembangunan sumber air di salah satu wilayah diketuai oleh seorang Kristen karena dinilai ahli di bidang pengairan.


“Kadang-kadang Muhammadiyah itu sangat terbuka. Bahkan di sekolah-sekolah yang kami bangun, 50 persen muridnya juga Kristen,” ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan perihal bantuan tiga unit ambulans dari Kedutaan Besar Tiongkok yang ditempatkan di Lombok Utara dan Lombok Timur. Dua unit di antaranya disalurkan untuk membantu operasional klinik hingga bisa naik kelas menjadi rumah sakit.
“Saya ajak ketua PKU ke Xinjiang, China, supaya tahu yang sesungguhnya terjadi, ” ujarnya disambut tawa hadirin.


Prof. Abdul Mukti menekankan, membangun layanan kesehatan modern itu penting. Namun yang lebih utama adalah membangun masyarakat yang sehat. Ia menyoroti hasil pemeriksaan kesehatan gratis Kementerian Kesehatan yang menunjukkan tiga masalah dominan pada anak sekolah: gigi (karena kebiasaan makan manis dan malas sikat gigi), mata (karena paparan gawai), dan telinga (karena penggunaan headset berlebihan).


“Anak-anak kita sekarang sudah mengidap penyakit yang seharusnya tidak di usia mereka, misalnya diabetes di usia 20-an. Jangan biasakan anak tidur di kamar sambil pegang ponsel,” tegasnya.


Ia mengapresiasi program makan bergizi gratis dan cek kesehatan gratis. Namun mengingatkan agar program tidak dihentikan jika terjadi kendala seperti keracunan. “Kalau ada yang keracunan, yang diperbaiki programnya, jangan dihentikan. Itulah ciri orang berkemajuan. Yang keliru kita perbaiki, lanjutkan,” ujarnya.


Prof. Abdul Mukti memaparkan, dengan berdirinya RS PKU Muhammadiyah Sikur, saat ini Muhammadiyah memiliki 127 rumah sakit. Selain itu, Muhammadiyah juga telah memiliki pabrik infus sendiri untuk memproduksi cairan kesehatan guna menekan biaya pengobatan.


“Selama ini kita hanya menjadi market dari pabrik-pabrik obat. Sekarang kita produksi sendiri agar harganya murah, sehingga biaya yang dibayar masyarakat juga lebih terjangkau,” jelasnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya membangun klinik satelit dan pelayanan ramah. “Senyum itu yang paling murah. Marketing dari mulut ke mulut itu yang paling dipercaya. Orang sakit lebih susah dilayani daripada orang sehat. Maka jadikan pelayanan di IGD cepat dan front desk semanis mungkin,” pesannya.


Prof. Abdul Mukti berharap RS PKU Muhammadiyah Sikur dapat menjadi wasilah pengamalan amal saleh bagi para dokter dan perawat, serta benar-benar hadir memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Muhammadiyah Jadi Ujung Tombak Kerelawanan
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyebut Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerelawanan tertinggi di dunia, bersaing ketat dengan Turki untuk posisi nomor satu. Iqbal mengungkapkan bahwa berdasarkan indeks kedermawanan global, Indonesia selalu berada di peringkat teratas.


Menurut Gubernur, semangat kerelawanan paling kentara terlihat pada organisasi Muhammadiyah. “Muhammadiyah itu punya keyakinan, membangun sesuatu tidak perlu uang, hanya perlu niat. Niat bikin universitas, tahu-tahu dua tahun kemudian sudah jadi,” tegas Iqbal yang mengaku sebagai alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).


Ia mencontohkan, sekitar 70 persen dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah warga Muhammadiyah. Lebih lanjut, Iqbal memuji pengelolaan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah. “Kami punya lima rumah sakit di NTB, dan yang terbaik dari segi manajemen, perencanaan, keuangan adalah Rumah Sakit Mutiara Sukma. Direkturnya adalah orang Muhammadiyah yang dipinjamkan ke pemerintah provinsi, bukan sebaliknya,” jelasnya.


Iqbal optimis RS PKU Muhammadiyah Sikur yang baru diresmikan akan berkembang pesat. “Saya yakin penuh dengan ‘knowledge’ yang ada di Muhammadiyah, rumah sakit ini akan membawa manfaat luas bagi masyarakat Sikur, khususnya kampung halaman Pak Bupati,” katanya.
Di akhir sambutannya, Gubernur berpesan agar Muhammadiyah terus menjaga kepercayaan masyarakat. “Di mana hadir Rumah Sakit Muhammadiyah, selalu tampil beda. Ada perasaan baik dari yang mendonasikan maupun yang menggunakan fasilitas. Kepercayaan ini yang paling mahal, mari kita jaga,” pungkasnya.


Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan serta jajaran Forkopimda NTB. RS PKU Muhammadiyah Sikur diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah timur Lombok Timur (rus)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO