PEMERINTAH Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, memprioritaskan perbaikan jalan lingkungan dan pengadaan sarana posyandu dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) untuk tahun anggaran 2027. Kedua program tersebut dinilai mendesak karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Lurah Bertais, Hapizudin, mengatakan dalam forum MPBM terdapat lima usulan pembangunan yang diajukan masyarakat dari sejumlah lingkungan. Namun, setelah dilakukan pembahasan bersama perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan perwakilan lingkungan, dua program yang dianggap paling prioritas adalah revitalisasi jalan lingkungan serta penyediaan sarana dan prasarana posyandu.
Menurutnya, kondisi sejumlah jalan lingkungan di wilayah Bertais masih mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera. Kerusakan tersebut dinilai mengganggu mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan karena beberapa titik jalan menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan.
“Yang paling mendesak saat ini memang perbaikan jalan lingkungan, khususnya di Lingkungan Bertais Selatan dan Bertais Daya. Kondisinya sudah cukup lama dikeluhkan warga,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, usulan perbaikan jalan lingkungan kemungkinan akan diakomodasi melalui pokok pikiran (pokir) anggota DPRD maupun program pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait. Pemerintah kelurahan berharap usulan tersebut dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan Kota Mataram pada 2027 mendatang.
Selain infrastruktur jalan, pengadaan sarana posyandu juga menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Hapizudin mengatakan, fasilitas pendukung posyandu di beberapa lingkungan masih terbatas, baik peralatan penunjang pelayanan kesehatan balita maupun sarana penunjang kegiatan kader kesehatan.
Menurutnya, keberadaan sarana posyandu yang memadai penting untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat lingkungan. Apalagi, posyandu menjadi salah satu garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang balita serta pencegahan stunting.
“Posyandu ini menyangkut pelayanan dasar masyarakat juga. Karena itu kami usulkan pengadaan sarana agar pelayanan kepada balita dan ibu hamil bisa lebih optimal,” katanya.
Hapizudin menambahkan, sebelumnya sejumlah ruas jalan lingkungan di Kelurahan Bertais telah mendapatkan penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Namun, masih terdapat beberapa ruas lain yang belum tertangani sehingga kembali diusulkan melalui forum MPBM tahun ini.
Ia tidak menampik kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berpotensi memengaruhi realisasi usulan pembangunan di tingkat kelurahan. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis program prioritas yang telah diajukan dapat direalisasikan secara bertahap pada 2027.
“Kami memahami kondisi anggaran saat ini, tetapi mudah-mudahan usulan yang benar-benar prioritas bagi masyarakat tetap bisa diakomodasi,” pungkasnya. (pan)

