Dompu (Suara NTB) – Lampu hias di bagian depan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karijawa Dompu yang dibangun tahun 2025, menghabiskan anggaran miliaran rupiah banyak yang rusak. Kerusakan lampu hias ini diduga disengaja oleh pengunjung.
Lampu hias setinggi 60 sentimeter ini pada bagian bawahnya dibangun dari pipa paralon dan bagian atasnya terbentuk lampu yang terbungkus kaca membentuk pipa paralon ukuran 4 inc. Lampu sebanyak lebih dari 20 biji ini hanya tersisa beberapa lampu saja. Sedangkan, sisanya sudah dicopot dan sebagian dalam kondisi rusak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Muhammad Syaukani, ST., yang dikonfirmasi, Sabtu (16/5) mengaku, baru mengetahui kerusakan lampu hias di RTH Karijawa tersebut. Pihaknya akan mengecek pembangunan lampu hias itu, masih dalam masa pemeliharaan rekanan atau sebaliknya. “Saya belum tahu apakah masih masuk atau sudah habis masa pemeliharaannya,” ungkapnya.
RTH Karijawa sejak diresmikan pada akhir tahun 2025 lalu, dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan dan tempat atraksi musik di malam hari. Area sekitar lampu hias menjadi lokasi penonton duduk santai menikmati musik.
Proyek RTH Karijawa Dompu tahun 2025 merupakan proyek lanjutan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, pekerjaan proyek ini dimenangkan oleh rekanan asal Lombok dengan pagu anggaran Rp2,5 miliar.
Di tahun kedua, proyek ini lebih fokus pada pemagaran taman di lokasi eks SDN 2 Dompu dengan penimbunan dan penataan area taman. Termasuk pembangunan mushala serta menyelesaikan bangunan induk Ngusu Waru. (ula)

