BerandaNTBLOMBOK TIMUR152 Sekolah Rusak di Lotim Butuh Revitalisasi Berkelanjutan

152 Sekolah Rusak di Lotim Butuh Revitalisasi Berkelanjutan

Selong (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur (Lotim) mencatat terdapat 152 sekolah dalam kondisi rusak di wilayah tersebut. Ratusan sekolah itu membutuhkan revitalisasi segera agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung aman dan nyaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Muhammad Nurul Wathoni, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebar di berbagai daerah, termasuk kawasan pesisir yang rawan mengalami kerusakan cepat.

“Sekolah-sekolah di sepanjang pantai, seperti di Labuan Haji hingga Diwaru, jika masih menggunakan konstruksi rangka baja sangat rentan rusak. Dalam satu atau dua tahun saja sudah mengalami kerusakan konstruksi,” ujar Nurul Wathoni, Senin (18/5/2026).

Ia berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat menyediakan alternatif konstruksi selain rangka baja agar daya tahan bangunan sekolah lebih lama. “Kami berharap revitalisasi ini berkelanjutan, tidak hanya satu atau dua tahun, tapi terus berjalan,” tambahnya.

Menurut data Dinas, dari 152 sekolah yang rusak, prioritas utama diberikan pada sekolah dengan kategori rusak berat, termasuk yang roboh akibat gempa beberapa waktu lalu. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.

“Tidak mungkin seluruhnya bisa ditangani dalam satu tahun. Tingkat nasional juga punya skala prioritas. Sebenarnya, jika rutin dan berkelanjutan, tiga tahun ke depan target 152 sekolah itu bisa tuntas,” jelas Nurul.

Pemda dan Lembaga Luar Negeri Turun Tangan
Hingga saat ini, revitalisasi dari APBN masih sangat terbatas. Untuk kuota tahun 2026, Lotim belum mendapatkan alokasi sama sekali. Sementara untuk tahun 2025, Lombok Timur dijanjikan mendapatkan 62 satuan pendidikan dari tingkat TK hingga SMP.

“Kami belum mendapat jatah untuk kuota 2026. Yang reguler belum ada. Tapi kami dijanjikan bulan Juni, mudah-mudahan kuota 2026 lebih banyak,” ungkapnya.

Pemerintah daerah tidak bisa mengandalkan APBN semata. Tahun ini, Pemkab Lombok Timur mengalokasikan anggaran revitalisasi dari APBD sebesar Rp14 miliar yang sudah ditentukan lokasinya.

Selain itu, bantuan juga datang dari lembaga yayasan asing, Happy Heart asal Australia. Lembaga tersebut memberikan revitalisasi untuk 12 satuan pendidikan. Dari jumlah itu, 6 sekolah sudah selesai pada semester dua, dan 6 sekolah lainnya akan dikerjakan dalam program lanjutan.
“Dengan adanya kerja sama dari berbagai pihak—APBN, APBD, dan lembaga asing—kami optimistis proses revitalisasi sekolah rusak di Lotim bisa terus berjalan dan tiga tahun ke depan bisa tuntas,” pungkas Nurul Wathoni. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO