BerandaNTBPemkab Lotim Perbanyak Kanal Digital untuk Bayar Pajak dan Retribusi Daerah

Pemkab Lotim Perbanyak Kanal Digital untuk Bayar Pajak dan Retribusi Daerah

 

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) terus memperluas kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah secara daring. Langkah ini diambil guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Muksin, mengungkapkan, saat ini tersedia beragam kanal digital yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari e-commerce seperti Shopee, mobile banking (m-banking) Bank NTB, Bank Mandiri, dan menyusul BRI yang sedang dalam proses.


“Dengan adanya m-banking BRI dan Mandiri, wajib pajak dari luar daerah tetap bisa membayar. Kalau tidak punya m-banking, kami punya aplikasi Periri yang terintegrasi dengan berbagai layanan,” jelas Muksin di Lotim, baru-baru ini.


Selain itu, Pemkab Lotim juga mengoperasikan sistem QRIS Dinamis untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sembilan jenis pajak lainnya yang menjadi kewenangan kabupaten. Muksin menambahkan, digitalisasi ini membawa dampak signifikan pada efektivitas pembayaran, terutama dari sisi kecepatan, ketepatan, keamanan, akuntabilitas, dan transparansi.


Data Bapenda Lotim menunjukkan lonjakan realisasi PBB setelah penerapan sistem digital. Pada tahun 2023, realisasi PBB tercatat Rp10,3 miliar. Angka itu meningkat menjadi Rp16 miliar pada 2024, dan melonjak lagi menjadi Rp27,2 miliar pada 2025. Adapun target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp30 miliar.


“Potensinya ada, sekarang kami dorong kepatuhan lewat sistem digital. PBB adalah pajak kolektif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Muksin.


Untuk memaksimalkan capaian, Pemkab Lotim menggandeng kepala desa dan lurah. Menurut Muksin, perangkat desa memiliki peran strategis karena masyarakat berada langsung di bawah koordinasi mereka. Desa pun mendapat insentif berupa bagi hasil pajak dan retribusi, termasuk dari PBB.


“Kami masifkan gerakan desa bersama pak camat. Jangan sampai desa hanya ingin mendapat bagi hasil besar tapi tidak mau bergerak. Kolaborasi ini untuk kepentingan bersama,” tegasnya.


Ke depan, Bapenda Lotim menargetkan seluruh pembayaran pajak terdigitalisasi penuh dengan sistem integrasi. Muksin optimistis transformasi digital akan meringankan kerja petugas dan menguatkan basis data, asalkan diiringi kerja keras dan inovasi berkelanjutan.


“Kami tidak bisa instan, tapi terus bergerak. Transformasi dan perubahan harus terus dilakukan,” ucapnya. (rus)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO