Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, tengah menyiapkan proteksi khusus terhadap para tenaga kerja lokal jelang konstruksi proyek tambang PT AMMAN di Blok Dodo Rinti dan Lempui yang diperkirakan mulai dilakukan di tahun 2027. Pekerja lokal akan diprioritaskan untuk bekerja di sektor pertambangan tersebut.
“Kami tetap akan memberikan porsi lebih bagi tenaga kerja lokal kita, karena bagaimanapun juga masyarakat kita harus sejahtera di rumah sendiri. Kami juga akan tetap berusaha memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan,” kata Kadis Nakertrans, H. Khaeruddin kepada Suara NTB, Senin (18/5).
Meski untuk kebutuhan tenaga kerja di proyek tersebut, belum diketahui jumlahnya, tetapi polanya akan mulai diarahkan. Pemerintah juga akan mengambil langkah awal dengan menyiapkan SDM handal dan profesional sesuai kebutuhan perusahaan nantinya.
Hal itu dilakukan pemerintah, karena pada prinsipnya kesejahteraan masyarakat lokal harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan,sehingga angka pengangguran dan kemiskinan bisa turun secara signifikan di masa yang akan datang.
“Kalau untuk jumlah kebutuhan tenaga kerja kami belum mengetahui secara pasti, tetapi kami menjamin porsi tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas untuk terus kita perjuangkan,” ujarnya.
Memprioritaskan tenaga lokal lanjutnya, merupakan kewajiban daerah untuk terus diperjuangkan. Pola penyiapan tenaga kerja lokal yang kompeten melalui Balai Latihan Kerja (BLK) bisa menjadi salah satu untuk meretas dominasi tenaga kerja dari luar daerah.
“Selain vokasi dari segi keahlian, kami juga akan mengupayakan pemenuhan kompetensi siap bekerja. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir dan investasi akan berkembang pesat di Sumbawa,” jelasnya.
Disinggung terkait jumlah pelamar yang sudah memasukkan lamaran untuk proyek tersebut, ia menyebutkan hingga saat ini jumlah pelamar yang sudah terdata mencapai 1.200 orang. Jumlah itupun merupakan masyarakat yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kabupaten Sumbawa dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Yang NIK Sumbawa saja pelamarnya sudah 1.200 orang belum dari kabupaten/kota yang lain,sehingga kami akan terus berupaya menyiapkan SDM yang unggul melalui pelatihan vokasi sesuai kebutuhan perusahaan,” ujarnya. (ils)

