BerandaNTBLOMBOK TIMURPTSL Terbanyak Se-NTB, Masih Banyak Bidang Tanah di Lotim Belum Bersertifikat

PTSL Terbanyak Se-NTB, Masih Banyak Bidang Tanah di Lotim Belum Bersertifikat

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi daerah dengan usulan terbanyak untuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, Lotim masih memiliki lahan yang paling luas dan paling banyak belum bersertifikat dibanding daerah lain di NTB. Permintaan sertifikat lahan dari warga Lotim terbanyak se-NTB.

Kepala BPN Lotim, Komang Suarta melalui Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah BPN Lotim, Darmawan Wibowo, mengungkapkan hal itu di kantornya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Darmawan yang akrab disapa Bowo ini, pada 2026 ini, kegiatan PTSL di Lotim memiliki target 10.738 bidang yang tersebar di 12 desa. Namun hingga saat ini, capaian pemberkasan atau yang sudah masuk ke sistem baru mencapai 3.942 bidang. Sementara data yang sudah diolah sebanyak 585 bidang, dan sertifikat yang telah diterbitkan hanya 31 bidang.

“Yang sudah terbit sertifikat berada di Kelayu Jodong dan Sakra Selatan,” ujar Darmawan.
Darmawan menjelaskan, program PTSL di Lotim kerap terkendala masalah alas hak tanah. Sebagian besar bidang tanah yang didaftarkan belum memiliki alas hak yang lengkap.

“Mayoritas pemohon baru membuat surat pernyataan penguasaan fisik ke lokasi, sedikit yang dokumennya lengkap. Bahkan ada tanah yang setelah divalidasi ternyata susah disertifikat sehingga harus diganti,” jelasnya.

Selain itu, masih banyak ditemukan bidang tanah yang sedang dalam sengketa. Beberapa di antaranya bahkan masuk kawasan hutan, seperti di kawasan Pincak Jeringo yang berada di perbatasan.

Darmawan menegaskan, Lotim merupakan kabupaten dengan jumlah tanah belum bersertifikat terbanyak di NTB. Target 10.738 bidang dinilai masih sangat sedikit dibandingkan kebutuhan riil di masyarakat.

“Jumlah desa dan kelurahan di Lotim mencapai 254, namun baru separuhnya yang terakomodir PTSL. Artinya, masih banyak wilayah yang belum tersentuh sama sekali,” katanya.

BPN Lotim pun berharap program ini menjadi atensi terus dari pemerintah pusat maupun daerah. Meskipun demikian, antusiasme masyarakat Lotim untuk ikut PTSL dinilai tinggi. “Setiap ada permohonan, masyarakat sangat antusias. Hanya saja kami terbatas. Berbeda dengan Mataram yang sertifikatnya sudah lengkap, di Lotim masih berat,” ungkap Darmawan.

Darmawan memastikan, target PTSL periode ini akan diselesaikan pada Oktober 2026. Pihaknya berupaya keras agar seluruh sertifikat bisa terbit dan saat ini tengah dalam proses penyerahan.

“Harusnya tanah-tanah itu sudah disertifikasi, tapi kita punya keterbatasan. Kami usahakan semua selesai tepat waktu,” pungkasnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO