BerandaNTBKOTA MATARAMRuang Siniar Bappeda Diduga Mangkrak

Ruang Siniar Bappeda Diduga Mangkrak

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram perlu mengevaluasi program kerja dari organisasi perangkat daerah. Pasalnya, ruang siniar atau podcast yang dibangun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), diduga mangkrak. Padahal, anggaran pembelian alat dan lain sebagainya mencapai Rp200 juta.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Mataram, Lalu Brahmantio Ganeru mengatakan, ruang siniar atau podcast telah diserahterimakan ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram. Pengelolaan sepenuhnya berada di Kominfo pasca seluruh aset diserahkan. “Kita sudah serahkan ke Kominfo,” jawab Brahmantio.

Ia enggan memberikan penjelasan detail konsep pemanfaatan ruang siniar itu dibangun. Meskipun anggaran yang dihabiskan mencapai ratusan juta rupiah.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani membenarkan, ruang siniar yang dibangun Bappeda telah diserahkan ke Diskominfo. Akan tetapi, secara administrasi membutuhkan waktu karena menunggu berita acara penyerahan aset. “Secara de facto sudah diserahkan, tetapi administrasinya yang belum,” kata Ramadhani.

Dhani membantah bahwa ruang siniar mangkrak melainkan bangunan itu sedang dicarikan konsep pemanfaatannya. Ruang siniar dibangun karena semangatnya untuk menyerap aspirasi dalam penyusunan perencanaan, termasuk mengetahui indikator kinerja dari organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Selain itu,tujuannya sebagai partisipasi keterbukaan publik. “Semangatnya dulu dibangun untuk mendorong partisipasi publik,” ujarnya.

Pasca diserahkan ke Kominfo kata Dhani, ruang podcast atau siniar akan lebih luas dimanfaatkan. Artinya, bukan hanya untuk kebutuhan penyusunan perencanaan saja, melainkan akan mengajak berbagai OPD, komunitas, serta stakeholder lainnya untuk menyampaikan ide atau aspirasi. “Nanti kita berikan ruang bagi Kejaksaan, BIN, BNN, dan lain sebagainya untuk memanfaatkan ruangan itu untuk menyampaikan program mereka,” jelasnya.

Menurut Dhani, ruang siniar ini dinilai penting pasca Radio Kota milik pemeirntah mengalami permasalahan teknis pasca diterjang angin kencang. Pihaknya menargetkan ruang podcast segera diresmikan oleh Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas. “Tinggal menunggu kesediaan Pak Wali saja untuk meresmikan. Kita sedang siapkan angle narasinya,” demikian kata Dhani. (cem)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO