Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima mengusulkan tiga sekolah sebagai calon Sekolah Nasional Terintegritas (SNT) setelah melalui verifikasi dan validasi kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, administrasi, dan dukungan lingkungan. Tiga sekolah yang diusulkan yakni SDN 10 Kota Bima, SMPN 8 Kota Bima, dan SMAN 4 Kota Bima.
Sekretaris Daerah Kota Bima, Muhammad Fahkrunraji, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan sekolah yang diusulkan memenuhi kriteria pemerintah pusat sebelum diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
“Melalui proses ini, kita ingin memastikan seluruh usulan telah melalui penilaian yang objektif dan komprehensif sehingga sekolah yang terpilih nantinya mampu menjadi percontohan peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima,” ujarnya, Selasa (19/5).
Menurutnya, penilaian difokuskan pada sejumlah aspek strategis, mulai dari kelayakan lahan, kelengkapan administrasi, standar fasilitas pendidikan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
Fahkrunraji menegaskan, pengembangan Sekolah Nasional Terintegritas membutuhkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah. Dukungan itu mencakup penyediaan infrastruktur, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta kesiapan menghadapi potensi bencana.
“Kita membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah agar program ini berjalan maksimal dan sekolah yang diusulkan benar-benar siap,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat bekerja profesional agar hasil verifikasi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Hasil verifikasi ini nantinya menjadi dasar penting bagi pemerintah pusat dalam menentukan lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegritas,” tambahnya.
Sebagai informasi, Program Sekolah Terintegrasi dirancang sebagai sekolah inklusif dan bebas pungutan biaya. Program ini berbeda dengan Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin desil 1 dan 2, maupun Sekolah Unggul Garuda yang menyasar peserta didik gifted and talented dengan capaian akademik dan nonakademik tinggi.
Sekolah Terintegrasi ditujukan bagi peserta didik berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi. Program ini mengusung tiga transformasi utama, yakni transformasi infrastruktur, sumber daya manusia, dan pembelajaran.
Transformasi infrastruktur dilakukan melalui penyediaan fasilitas modern, seperti laboratorium lengkap hingga lahan praktik pertanian dan peternakan. Transformasi sumber daya manusia dilakukan lewat rekrutmen guru berkualitas, pelatihan terstruktur, dan dukungan Teaching and Learning Center.
Sementara transformasi pembelajaran diterapkan melalui kombinasi kurikulum nasional dan internasional dengan pendekatan STEAMS, penggunaan bahasa asing dalam komunikasi, serta program sertifikasi dan penguatan keterampilan peserta didik. (hir)

