BerandaEKONOMIPemprov NTB Lepas Puluhan Peserta Magang ke Jepang Bali Tosha Lombok Kochi

Pemprov NTB Lepas Puluhan Peserta Magang ke Jepang Bali Tosha Lombok Kochi

 

Mataram (Suara NTB) – Bali Tosha Lombok Kochi Group kembali memberangkatkan puluhan peserta program magang kerja ke Jepang sebagai bagian dari upaya membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda NTB. Sebanyak 22 peserta dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, di Hotel Lombok Garden, Jumat (22/5/2026).
Direktur Bali Tosha Lombok Kochi Group menyampaikan, para peserta sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif, terutama penguasaan bahasa Jepang dan pembekalan keterampilan kerja sesuai kebutuhan industri di Jepang.


“Jepang meminta kemampuan bahasa minimal level empat. Mereka sudah menyelesaikan sekitar 50 bab pembelajaran, lalu menjalani pemantapan selama 2,5 bulan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, proses persiapan peserta hingga siap diberangkatkan rata-rata memerlukan waktu sekitar satu tahun. Pembiayaan keberangkatan pun beragam, mulai dari dukungan orang tua secara mandiri hingga pembiayaan melalui perbankan.


Menurutnya, biaya program magang ke Jepang berkisar Rp puluhan juta per peserta. Pemerintah sudah memiliki standar biaya yang harus disiapkan peserta.


“Untuk pemberangkatan dari kami, ada ongkos dan biaya mandiri, ada juga yang difasilitas pembiayaannya oleh Bank Amali, sebagai mitra kerjasama kami,” katanya.


Peserta magang nantinya ditempatkan di berbagai sektor pekerjaan, mulai dari konstruksi, scaffolding, pengawasan proyek, pengecatan, perawatan rumah, hingga pengolahan makanan di pabrik.


Untuk penghasilan, peserta disebut bisa menerima gaji belasan juta hingga dua puluhan juta per bulan, tergantung bidang pekerjaan dan perusahaan tempat bekerja.


“Yang paling tinggi di bidang konstruksi,” jelasnya.


Peserta umumnya mendapatkan kontrak kerja selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai penilaian perusahaan. Selama di Jepang, sebagian perusahaan juga menyediakan fasilitas tempat tinggal dan pelatihan lanjutan sebelum peserta mulai bekerja penuh.


Direktur Bali Tosha Lombok Kochi Group juga mengungkapkan pihaknya kini membuka akses pendidikan dan pelatihan yang lebih terjangkau melalui lembaga baru bernama Skybridge Nusantara International School. Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang ingin bekerja ke Jepang.


Melalui program daring tersebut, peserta cukup membayar Rp100 ribu untuk mengikuti pembelajaran berbasis zoom dengan beberapa sesi pelatihan setiap bulan.


“Ini solusi bagi anak-anak yang punya keinginan kuat ke Jepang tetapi terkendala biaya,” katanya.
Program ini akan mulai dijalankan pada tahun ajaran baru Juni–Juli 2026 ini, setelah dilakukan penandatanganan kerjasama dengan SMA 1 Negeri Gerung, Lombok Barat. Dan Pendaftarannya secara online melalui website resmi www.snischool.com.


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Bali Tosha Lombok Kochi dalam mengawal peserta sejak proses pelatihan hingga pemberangkatan.


Menurutnya, pola pendampingan ini penting untuk memberikan rasa aman dan kepastian kepada peserta magang serta mencegah munculnya persoalan ketenagakerjaan di luar negeri.
“Saya apresiasi kesungguhan mereka mengawal anak-anak ini sampai pelepasan resmi seperti sekarang. Ini bentuk tanggung jawab lembaga kepada alumninya, sehingga peserta merasa nyaman dan punya kepastian,” ujarnya.


Ia berharap program pemagangan ke Jepang terus menjadi salah satu solusi pengurangan pengangguran sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB. (bul)



IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO