Mataram (Suara NTB) – Komisi X DPR RI yang membidangi urusan pendidikan turun langsung meninjau ruang kelas yang tiba-tiba ambruk di SMAN 7 Mataram. Setelah melihat kondisi lapangan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani memastikan ruang kelas yang ambruk tersebut akan segera direvitalisasi tahun ini agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Menurut Lalu Hadrian setelah melihat langsung kondisi ruang kelas yang ambruk di SMAN 7 Mataram tersebut menyampaikan bahwa bangunan kelas yang ambruk memang sudah berusia tua dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. Berdasarkan hasil peninjauan, bangunan tersebut telah digunakan selama sekitar 20 tahun sejak dibangun pada 2006.
Hadrian pun memastikan proses pembangunan dapat segera dimulai dalam waktu dekat. Ia bahkan berencana memanggil direktur jenderal terkait pada pekan depan guna mempercepat proses perencanaan. “Tahun ini insyaallah. Mudah-mudahan bulan depan sudah mulai kita eksekusi,” kata Hadrian pada Jumat (22/5).
Selain persoalan ruang kelas yang ambruk, SMA Negeri 7 Mataram juga menghadapi kendala lain berupa bangunan yang dikerjakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 namun hingga kini belum dapat digunakan.
Ia memastikan ruang kelas yang ambruk tidak termasuk bangunan yang sedang bersengketa sehingga proses revitalisasi tidak akan terkendala persoalan hukum. “Jangan sampai hanya gara-gara mandek pekerjaan di DAK 2024 ini yang dikorbankan adalah siswa-siswi kita,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi NTB bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga tengah mencari jalan keluar agar bangunan sebanyak 16 ruang kelas yang belum dimanfaatkan tersebut dapat segera digunakan untuk proses belajar mengajar.
Sementara untuk bangunan yang ambruk, Hadrian memastikan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi NTB akan mengusulkan program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Ketua DPW PKB NTB itu juga meminta para orang tua siswa tidak khawatir menyekolahkan anak-anak mereka di SMA Negeri 7 Mataram. Ia menegaskan pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Tentu kami para pemangku kepentingan di bidang pendidikan akan memperbaiki ini dengan sebaik-baiknya sehingga tercipta kondisi yang aman dan nyaman bagi siswa melaksanakan proses belajar mengajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, peristiwa ambruknya ruang kelas menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan kondisi bangunan sekolah yang sudah tua. Menurut dia, langkah mitigasi dan penanganan darurat harus disiapkan agar keselamatan siswa tetap terjamin ketika terjadi bencana atau kerusakan bangunan.
Selain perbaikan fisik, Hadrian juga menilai trauma healing bagi siswa SMA Negeri 7 Mataram penting dilakukan agar para siswa kembali merasa aman saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. “Memberikan rasa aman dan nyaman itu menjadi hal yang utama, terutama bagi para orang tua siswa dan wali murid,” pungkasnya. (ndi)


