Giri Menang (Suara NTB) – Warga Dusun Kebon Orong, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), dihebohkan dengan penemuan puluhan benda kuno diperkirakan berusia ratusan tahun. Warga menemukan puluhan keramik tua yang diduga dari abad 19 tersebut saat sedang menggali liang lahat di pemakaman desa setempat pada Jumat (22/5/2026).
Kepala Dusun Kebon Orong, Lalu Mahsun, dikonfirmasi Minggu (24/5/2026), menceritakan awal mula penemuan barang antik tersebut. Berawal saat penggali kubur sedang menggali liang lahat untuk salah satu warga setempat yang meninggal dunia. Setelah menggali sekira kedalaman sekitar 1,5 meter, cangkul warga mengenai benda keras yang terkubur di dalam tanah.
Warga pun terus menggali berlahan, hingga akhirnya dikagetkan dengan dua buah bong atau gentong yang terbuat dari tanah liat, berisi keramik yang sebagian besar kondisinya masih utuh. Benda kuno peninggalan itu ditemukan pada kedalaman lumayan dalam.
“Ketika menggali ditemukan bong (kendi), temuan ini salah satunya piring, mangkuk dan tatakan yang berbentuk seperti keramik,” tuturnya.
Keramik tersebut berbentuk peralatan makan seperti mangkuk, cawan, piring hingga gelas keramik berukuran kecil. Temuan keramik tersebut sempat menjadi tontonan warga. Selain puluhan keramik, warga juga menemukan satu cetu berbahan seperti kuningan, yang pada zaman dulu biasa digunakan untuk alat takar beras.
Ada Tertera Cap Tahun di Benda Kuno
Pada keramik itu, tertulis dan terdapat cap tahun 1836, diperkirakan itu keterangan mengenai tahun pembuatannya. “Saya sempat lihat stempel bahasa Cina dan tulisan tahun 1836,” kata Mahsun.
Saat ini sebagian keramik tersebut sudah dicuci dan disimpan di rumah salah satu warga. “Barang ini (benda kuno itu, red) belum berani kita apa-apakan,” kata Mahsun. Terkait temuan ini, Kepala Dusun mengaku masih menunggu arahan dari pemerintah daerah setempat.
Dikatakan, penemuan benda kuno semacam ini baru pertama kali terjadi di lokasi pemakaman. Dulu sekitar tahun 1980-an warga pernah menemukan uang bolong di persawahan desa setempat. Jaraknya tidak jauh dari lokasi penemuan keramik di pemakaman sekarang. “Dulu saat saya kecil ada temuan di sawah sana uang bolong dulu zaman dulu,” kata Mahsun.
Tanah makam itu sendiri berada di tengah dusun, dulunya merupakan tanah wakaf yang kemudian digunakan warga sebagai tempat pemakaman. (her)


