PEMERINTAH Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, akan memperketat pengawasan dan patroli di kawasan rumah pondokan atau kos-kosan pascainsiden perkelahian dua pria yang berujung maut di Lingkungan Gubuk Mamben, Jumat malam (22/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terulangnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah setempat.
Lurah Pagesangan Barat, Putri Aydul Sakinah, mengatakan pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan kos akan dilakukan lebih intensif dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat lingkungan. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kelurahan karena kawasan kos-kosan memiliki mobilitas penduduk yang cukup tinggi.
“Untuk langkah antisipasi ke depan, tentu pengawasan di wilayah kos-kosan dan pondokan akan kami perketat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan akan dilakukan melalui patroli rutin. Selain itu, pihak kelurahan juga mendorong pemilik kos untuk lebih aktif memantau aktivitas penghuni serta melaporkan pendatang baru kepada aparat lingkungan.
Menurut Putri, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak rumah kos yang tidak memiliki induk semang atau pengelola yang tinggal di lokasi. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pengawasan karena aktivitas penghuni tidak terpantau secara optimal.
“Sebagian besar kos-kosan ini pemiliknya tidak tinggal di tempat. Karena itu, pengawasan dari lingkungan sangat penting agar potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi sejak dini,” katanya.
Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah kelurahan akan melibatkan kepala lingkungan, ketua RT, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa di masing-masing wilayah. Koordinasi lintas unsur tersebut diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini terhadap potensi konflik di masyarakat.
Selain patroli, pihak kelurahan juga berencana mengintensifkan sosialisasi kepada pemilik dan penghuni kos terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Penghuni kos diimbau segera melapor apabila terjadi persoalan yang berpotensi memicu keributan.
Perempuan yang akrab disapa Pulut itu menyebutkan, dari enam lingkungan yang ada di Kelurahan Pagesangan Barat, kawasan dengan jumlah rumah kos terbanyak berada di Lingkungan Saren dan Lingkungan BTN Kekalik. Dua wilayah tersebut menjadi fokus utama pengawasan karena memiliki tingkat aktivitas masyarakat yang cukup padat.
“Intinya, ke depan pengawasan akan kami masifkan untuk meminimalisir kejadian seperti kemarin,” tegasnya.
Ia berharap peran aktif masyarakat, pemilik kos, dan aparat lingkungan dapat menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif di wilayah Pagesangan Barat. Pemerintah kelurahan juga mengajak warga untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (pan)


