BerandaNTBLOMBOK BARATTemuan Artefak Kuno di Lobar Harus Disimpan di Museum

Temuan Artefak Kuno di Lobar Harus Disimpan di Museum

Mataram (Suara NTB) – Warga Dusun Kebon Orong, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), dihebohkan oleh penemuan puluhan benda kuno yang diduga berusia ratusan tahun. Warga menemukan puluhan keramik tua yang diperkirakan berasal dari abad ke-19 tersebut, saat sedang menggali liang lahat di pemakaman. Artefak kuno semestinya disimpan di museum.

Kepala Dusun Kebon Orong, Lalu Mahsun, menceritakan awal mula penemuan barang antik tersebut berawal saat penggali kubur sedang menyiapkan liang lahat untuk salah satu warga yang meninggal dunia. Setelah menggali hingga kedalaman sekitar 1,5 meter, cangkul warga membentur benda keras yang terkubur di dalam tanah. Saat diperiksa, ternyata benda tersebut merupakan puluhan keramik kuno.

Penemuan ini langsung memantik perhatian sejumlah pihak, termasuk pihak Museum Negeri NTB. Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan bahwa penemuan benda bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa potensi keberadaan artefak serupa di wilayah Lombok Barat masih sangat besar. Selain itu, lokasi penemuan mengindikasikan adanya kaitan erat benda-benda tersebut dengan sejarah kekuasaan kerajaan terdahulu.

Barang bernilai sejarah tinggi serta potensinya sebagai objek penelitian, Nuralam berharap benda temuan tersebut dapat dijaga dan disimpan dengan baik di institusi yang berkompeten seperti museum.

“Artinya, sekarang temuan itu kalau menurut saya harus disimpan menjadi koleksi kita (museum),” ujarnya kepada Suara NTB, Senin (25/5).

Menurut Nuralam, penyelamatan benda kuno ini sangat penting untuk membuka tabir sejarah lokal. Terkait mekanisme pemindahan artefak ke museum, Nuralam menjelaskan adanya prosedur resmi yang bisa ditempuh melalui musyawarah antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah. Langkah ini merujuk pada regulasi yang berlaku.

“Kita merujuk ke Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan ya. Di situ kan bisa berupa masyarakat menghibahkan ke Pemda, atau Pemda mengganti rugi kepada masyarakat yang menemukan,” jelasnya.

Saat ini, pihak Museum NTB masih menunggu keputusan dari pemda setempat mengenai pengelolaan benda temuan tersebut. Di sisi lain, Nuralam juga mendorong Pemda Lobar untuk segera merealisasikan rencana pembangunan museum daerah sebagai wadah pelestarian benda-benda bersejarah di wilayahnya.

“Nah, ini kan bisa menjadi modal awal dari koleksi yang yang bisa (disimpan) kan. Bisa jadikan awal ya, koleksi awal,” tuturnya.

Selain berfungsi sebagai koleksi negara, temuan keramik kuno di Lobar ini diharapkan menjadi jalan masuk bagi para ahli untuk meneliti lebih jauh sejarah dan kebudayaan daerah. Setelah diamankan, langkah krusial berikutnya adalah melakukan kajian arkeologis dan historis.

“Memang benda itu setelah kita amankan, setelah kita simpan baik, harus dilakukan kajian. Kajian bersama kira-kira benda seperti itu apa. Nah, nanti kita tahu kira-kira ini dari dinasti apa,” tutup Nuralam. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO