Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB menyiapkan penataan besar-besaran kawasan Pelabuhan Bangsal di Kabupaten Lombok Utara. Kawasan yang menjadi salah satu pintu utama menuju tiga gili tersebut direncanakan menjadi kawasan transportasi modern yang terintegrasi dengan pusat layanan wisata dan UMKM.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Ervan Anwar mengatakan, penataan dilakukan agar kawasan Bangsal tidak lagi terlihat semrawut dan mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan maupun masyarakat.
Menurutnya, terminal di kawasan Bangsal nantinya akan dimanfaatkan secara maksimal, termasuk membuka peluang masuknya pelaku usaha modern maupun UMKM lokal.
“Silakan nanti kalau ada yang mau masuk seperti minimarket atau kedai kopi di terminal itu, kita terbuka. Yang penting kawasan itu hidup dan tertata,” ujarnya.
Ervan menjelaskan, pihaknya mengusulkan agar ruas jalan menuju Pelabuhan Bangsal dialihkan statusnya menjadi jalan provinsi. Langkah itu diperlukan agar penataan kawasan dapat dilakukan secara lebih maksimal oleh pemerintah provinsi.
“Dari gerbang perempatan sampai ke Bangsal itu sedang kita usulkan jadi jalan provinsi supaya bisa kita tata menyeluruh,” katanya.
Penataan nantinya tidak hanya berfokus pada terminal dan pelabuhan, tetapi juga jalur pedestrian, area UMKM, hingga transportasi penghubung dari terminal menuju pelabuhan.
Dishub NTB bahkan menyiapkan konsep wisata transportasi menggunakan kendaraan odong-odong sebagai shuttle pendek dari terminal menuju pelabuhan. Konsep tersebut diharapkan mampu menghidupkan koperasi desa dan pelaku usaha lokal di sekitar kawasan Bangsal.
“Jadi orang bisa jalan kaki, bisa juga naik odong-odong dari terminal ke pelabuhan. UMKM juga bisa tumbuh di sepanjang jalur itu,” jelasnya.
Selain penataan fisik, Dishub NTB juga mulai menyiapkan sistem pengelolaan pelabuhan berbasis digital melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Sistem tersebut meliputi penyediaan perangkat, pengelolaan SDM, hingga sistem transaksi non tunai yang akan terintegrasi dengan Bank NTB Syariah.
Menurut Ervan, skema kerja sama itu akan mengurangi beban operasional pemerintah sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset pelabuhan.
“Semua transaksi nanti masuk lewat Bank NTB. Jadi lebih tertata dan transparan,” katanya.
Ia mengungkapkan, sejak aset Pelabuhan Bangsal diserahkan menjadi aset provinsi, pihaknya menemukan banyak fasilitas dalam kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan besar. Kerusakan terjadi akibat usia infrastruktur, korosi air laut, hingga vandalisme.
Beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan antara lain pagar pengaman, karet sandar kapal, hingga sejumlah bangunan penunjang di kawasan pelabuhan.
“Kita evaluasi banyak yang rusak. Ini menyangkut keselamatan transportasi, jadi harus dibenahi,” tegasnya.
Dishub NTB kini tengah menyusun masterplan penataan kawasan Bangsal untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Penyusunan masterplan dilakukan agar pengembangan pelabuhan tidak dilakukan secara sporadis dan tetap terarah.
Untuk tahun ini, Dishub NTB menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pengelolaan Bangsal mencapai sekitar Rp2 miliar. Angka tersebut berasal dari jasa sandar kapal dan layanan pelabuhan lainnya.
“Tahun lalu realisasinya sekitar Rp1,8 miliar. Sekarang kita optimistis bisa lebih tinggi, apalagi kalau kerja sama pengelolaan ini berjalan,” demikian Ervan. (bul)


