PEMERINTAH Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, terpilih sebagai salah satu penerima Program Kelurahan Berdaya dari Pemerintah Provinsi NTB dengan alokasi anggaran sebesar Rp300 juta. Dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah, serta penguatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Lurah Pagesangan Barat, Putri Aydul Sakinah, mengatakan anggaran dari Program Kelurahan Berdaya akan diarahkan pada dua sektor yang dinilai paling mendesak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yakni lingkungan dan ketahanan pangan.
Menurutnya, program tersebut memberikan ruang bagi pemerintah kelurahan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat secara langsung dari tingkat paling bawah.
“Sesuai hasil koordinasi, pembangunan memang harus kita fokuskan mulai dari tingkat bawah, yaitu desa dan kelurahan, karena perputaran ekonomi bermula dari sana,” ujarnya, Senin (1/6).
Puput, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Program Kelurahan Berdaya menetapkan tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, lingkungan, dan pariwisata. Namun, Kelurahan Pagesangan Barat memilih memprioritaskan sektor lingkungan yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di kawasan perkotaan.
“Nanti kami akan fokus pada isu lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan ketahanan pangan, sekaligus mendukung program pemerintah pusat,” katanya.
Melalui bantuan tersebut, pihaknya berencana menambah dua unit armada pengangkut sampah untuk meningkatkan layanan kebersihan di lingkungan masyarakat. Selain itu, pemerintah kelurahan juga akan memaksimalkan pemanfaatan Tempah Dedoro Organik dengan menambah 90 titik baru di wilayah Pagesangan Barat.
Dengan penambahan tersebut, jumlah Tempah Dedoro Organik di kelurahan itu diperkirakan mencapai 130 titik, termasuk fasilitas yang telah dibangun sebelumnya.
“Program ini kami sesuaikan dengan kebutuhan yang ada di kelurahan,” jelasnya.
Puput berharap keberadaan Tempah Dedoro Organik dapat membantu mengurangi volume sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga dari sumbernya.
Selain fokus pada pengelolaan sampah, pihaknya juga menyiapkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai penggerak program ketahanan pangan. Pemerintah kelurahan akan mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada warga agar setiap keluarga memiliki sumber pangan mandiri di pekarangan rumah masing-masing.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menekan laju inflasi, terutama untuk komoditas hortikultura seperti cabai.
“Ini tentu untuk memperkuat ketahanan pangan dari masing-masing rumah tangga,” pungkasnya. (pan)


