BerandaPENDIDIKANSMK Didorong Buka Jurusan Sesuai Potensi Daerah

SMK Didorong Buka Jurusan Sesuai Potensi Daerah


Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat,didorong untuk membuka jurusan atau kompetensi keahlian yang selaras dengan potensi sumber daya di daerah masing-masing. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan sektor pariwisata, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dan budaya lokal.

Kabid Pembinaan SMK-PK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB, Hasbi mengungkapkan bahwa rencana membuka jurusan sesuai dengan potensi daerah telah dikomunikasikan dengan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan pusat, agar sekolah bisa lebih fleksibel dalam menangkap peluang lokal.


“Jurusan baru ini juga hasil diskusi Pak Gubernur dengan Pak Menteri, dan itu kita diberikan arahan bahwa sekolah ini boleh mengangkat atau membuka jurusan, atau memformulasikan jurusan yang sesuai dengan keunikan daerahnya atau apa yang bisa diangkat,” ujar Hasbi kepada Suara NTB belum lama ini.

Ia mencontohkan, SMK di wilayah pesisir yang kaya akan sumber daya laut dapat membuka jurusan kemaritiman. Begitu pula, dengan SMK di daerah yang masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai perajin kain lokal, mereka dapat membuka jurusan yang berkaitan dengan tenun atau batik.

“Contoh kan ada SMK Kemaritiman. Nah, itu khusus. Nah, ini kekhususan berkaitan dengan kedaerahan. Itu yang diberikan peluang untuk kita,” jelasnya.

Disdikpora NTB akan segera mengeksekusi arahan tersebut karena sudah mendapatkan izin resmi.
Sebagai langkah awal lanjutnya, Disdikpora NTB akan memetakan SMK yang memiliki potensi daerah untuk dikembangkan, termasuk menyasar sekolah-sekolah yang saat ini belum memiliki kompetensi keahlian yang relevan dengan lingkungan sekitarnya.

“Jadi, itu kita akan coba petakan dulu kira-kira SMK mana yang kita coba berikan kesempatan untuk itu. Dan ini harapan Gubernur, anak-anak kita yang terlahir dari SMK-SMK ini menjadi tenaga-tenaga yang bisa diandalkan di daerahnya,” paparnya.
Meski NTB dikenal memiliki potensi laut yang sangat besar, saat ini baru ada 10 SMK yang membuka jurusan kemaritiman. Oleh karena itu, selain memperluas jurusan ini ke sekolah lain, Disdikpora NTB berkomitmen untuk mendongkrak kualitas SMK maritim yang sudah ada.

Hasbi mengingatkan bahwa peningkatan kualitas tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan kedisiplinan dan karakter (attitude) siswa.

“Karena biasa di sekolah SMK Kemaritiman ini jargonnya ini disiplin dan attitude bagus. Dan ini yang kita coba kembangkan dia. Tidak harus banyak tamatannya, tapi tamatannya itu berkualitas dan bisa diandalkan di tempat kerja. Artinya, kita target kita 2026 ini kan terserapnya di angka 59 persen,” terangnya.


Target keterserapan lulusan tersebut berlaku bagi seluruh kompetensi keahlian di NTB, bukan hanya jurusan maritim. Tujuannya agar seluruh lulusan SMK dapat terserap secara optimal di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).


Disdikpora NTB optimis angka keterserapan kerja ini akan terus naik seiring dengan upaya sekolah dalam meningkatkan standarisasi mereka. “Jadi kita berharap tahun depan juga meningkat di angka 60 persen. Ini kita berjuang, kita ikhtiarkan, makanya insyaallah ke depan ini termasuk maritim ini kita coba up-profil namanya, menaikkan sertifikasi sekolahnya,” pungkas Hasbi. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO