Praya (Suara NTB) — Tren positif pergerakan orang dan konektivitas udara di NTB. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatat lonjakan signifikan pada trafik penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur panjang (long weekend) akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Memanfaatkan momentum beruntun Hari Raya Iduladha, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2026, gerbang udara utama Pulau Seribu Masjid ini sukses melayani puluhan ribu pergerakan manusia.
Berdasarkan data resmi operasional bandara, jumlah penumpang yang melintasi Bandara Lombok selama enam hari periode libur panjang tersebut mencapai 35.764 penumpang. Angka ini merefleksikan pertumbuhan sebesar 5,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang mencatat 33.871 penumpang.
Lonjakan yang jauh lebih agresif terlihat pada sektor pergerakan logistik udara dan armada. BIZAM mencatat sebanyak 441 pergerakan pesawat beroperasi selama periode tersebut. Angka ini melonjak tajam hingga 19,5% dibanding torehan tahun 2025 yang hanya berada di angka 369 pergerakan pesawat.
“Pertumbuhan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur panjang ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap transportasi udara,” ujar General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Aidhil, kombinasi hari libur nasional yang berdekatan membuat masyarakat memiliki waktu lebih longgar untuk melakukan perjalanan udara. Lonjakan arus pergerakan didominasi oleh tiga sektor utama.
Pertama, sektor pariwisata. Dalam hal ini wisatawan domestik dan mancanegara yang berlibur ke destinasi unggulan Lombok dan sekitarnya. Kedua, kunjungan keluarga, yakni arus mudik singkat memanfaatkan momen Iduladha. Dan yang ketiga, perjalanan dinas, yakni penyelenggaraan berbagai agenda bisnis dan kedinasan menjelang pertengahan tahun.
Meskipun volume operasional mengalami lonjakan, manajemen memastikan seluruh pelayanan di lapangan tetap berjalan tanpa kendala berarti.
“Kami bersyukur seluruh operasional bandara dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif sehingga kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tambah Aidhil.
Mengantisipasi kepadatan selama masa peak season ini, manajemen BIZAM dilaporkan telah memperketat koordinasi lintas sektor. Pengetatan ini melibatkan maskapai penerbangan (airlines) dan pihak ground handling. Otoritas Bandara wilayah terkait.
Personel keamanan dari unsur TNI/Polri untuk menjaga aspek preventif keamanan. Langkah ini diambil demi menjaga tiga pilar utama pelayanan bandara berstandar internasional: Keamanan (Security), Keselamatan (Safety), dan Kenyamanan (Comfort). (bul)


