PEMERINTAH Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, menjadi salah satu penerima Program Desa dan Kelurahan Berdaya dari Pemerintah Provinsi NTB pada 2026. Kelurahan ini mendapatkan dua tema program sekaligus, yakni Kelurahan Berdaya Transformasi dan Kelurahan Berdaya Tematik.
Lurah Mandalika, Lau Heru Nuryadin, mengatakan kedua program tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan masyarakat melalui sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
Menurutnya, Program Kelurahan Berdaya Transformasi merupakan bentuk intervensi terhadap masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem atau berada pada kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan data pemerintah.
“Untuk tema transformasi, ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang menjadi calon penerima manfaat. Tujuannya untuk menekan angka kemiskinan di wilayah kami,” ujarnya, Rabu (3/6).
Namun demikian, dari 100 calon penerima tersebut akan dilakukan proses verifikasi dan seleksi kelayakan. Hasilnya, hanya 52 KK yang nantinya ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Heru menjelaskan bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai, melainkan bantuan modal usaha dalam bentuk barang yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha masing-masing penerima.
“Setelah melalui proses pendampingan, mereka akan mendapatkan intervensi berupa bantuan modal usaha senilai Rp7 juta per KK dalam bentuk barang atau sarana usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Program Kelurahan Berdaya Transformasi juga akan didukung oleh tenaga pendamping yang bertugas mengawal proses pemberdayaan masyarakat agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, melalui Program Kelurahan Berdaya Tematik, Kelurahan Mandalika memperoleh alokasi dana sebesar Rp300 juta. Anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan hidup, pariwisata, maupun ketahanan pangan.
Meski demikian, Pemerintah Kelurahan Mandalika memutuskan untuk memfokuskan program pada dua sektor, yakni ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
“Untuk ketahanan pangan, kami memilih program budidaya peternakan itik yang difokuskan pada produksi telur,” katanya.
Di sektor lingkungan hidup, Kelurahan Mandalika akan mengembangkan pembangunan tempat pengolahan sampah organik atau tempat dedoro. Program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Mataram dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Melalui dua program tersebut, Pemerintah Kelurahan Mandalika berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan. (pan)


