BerandaNTBPolisi Belum Temukan HP dan Motor Mahasiswi Unram yang Meninggal Dunia di...

Polisi Belum Temukan HP dan Motor Mahasiswi Unram yang Meninggal Dunia di Kos

Mataram (Suara NTB) – Kasus meninggalnya mahasiswi Universitas Mataram Unram, NDR masih meninggalkan tanda tanya. Sebuah handphone (HP) dan sepeda motor milik korban yang hilang saat kejadian, masih belum ditemukan pihak kepolisian.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, Kamis (4/6/2026) mengaku masih melakukan pencarian terhadap dua barang milik korban yang hilang itu. “Kami masih melakukan pencarian untuk barang-barang itu,” sebutnya.

Sebelumnya, kendaraan milik korban terpantau telah hilang di halaman kos miliknya sejak Senin pagi (18/5/2026). Handphone milik mahasiswi asal Jereweh, Sumbawa Barat itu juga tidak ditemukan saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat polisi melakukan penggeledahan kamar, yang ditemukan hanya casing berwarna merah muda tanpa adanya handphone tersebut.

Kepastian siapa dalang di balik meninggalnya NDR juga belum terkuak. Meskipun pihak kepolisian telah mengendus adanya dugaan tindak pidana dalam kematian korban.

Hendro mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji sampel dari Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) Mabes Polri. Sebelumnya, pihak kepolisian mengirimkan sejumlah sampel yang diambil dari tubuh korban.

Ia mengaku bahwa hasil uji dari Puslabfor memiliki peran penting untuk mengungkap siapa terduga pelaku dalam perkara ini. Di luar keterangan sejumlah saksi dan ahli.

“Bagaimana nanti ada saintifiknya dari Labfor kemudian nanti perlu tambahan apa lagi, seperti dari ahli dan lainnya,” ucapnya ketika ditanya soal penetapan tersangka.

Dalam penanganan perkara di tahap penyelidikan, pihak kepolisian telah memeriksa belasan saksi. Mulai dari rekan hingga keluarga korban. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian juga turut diperiksa penyelidik.

“Merupakan satu keinginan dari penyelidik untuk mengungkap kasus ini,” tutup Hendro.

Sebagai informasi, perempuan berinisial NDR (21) asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa itu pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh sepupunya yang merasa curiga karena tidak bisa menghubungi korban sejak beberapa hari.

Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, korban sempat menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp pada 16 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, saat itu saksi masih berada di Jakarta dalam perjalanan menuju Lombok.

Setelah tiba di Lombok pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, saksi mencoba kembali menghubungi korban, tetapi handphone korban sudah tidak aktif. Sekitar pukul 21.00 Wita, saksi bersama sepupunya mendatangi kamar kos korban.

Saat tiba di lokasi, kamar korban dalam keadaan gelap. Saksi beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada respons. Karena sepeda motor korban juga tidak terlihat, saksi sempat mengira korban sedang keluar.

Karena merasa curiga, saksi kemudian kembali bersama beberapa rekannya untuk memastikan kondisi korban. Saat mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar.

Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala lingkungan setempat yang selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Selaparang bersama Unit Identifikasi Polresta Mataram langsung melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini, jenazah korban telah dipulangkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pemulangan jenazah setelah proses autopsi selesai dilakukan. (mit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO