BerandaNTBSUMBAWA BARATFinalisasi Anggaran Porprov, KONI KSB Butuh Anggaran Rp11,8 Miliar

Finalisasi Anggaran Porprov, KONI KSB Butuh Anggaran Rp11,8 Miliar


Taliwang (Suara NTB)
– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tengah memfokuskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, baik dari sisi pembinaan atlet maupun kesiapan sebagai tuan rumah. Namun, kebutuhan anggaran yang cukup besar masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama pemerintah daerah.

Ketua KONI KSB, Andi Laweng, mengatakan saat ini terdapat tiga agenda utama yang sedang berjalan, yakni pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Pelatda), finalisasi anggaran kontingen Porprov dan penyusunan kebutuhan sarana prasarana sebagai tuan rumah penyelenggara. “Untuk Pelatda, progresnya sudah sekitar 60-70 persen. Sebagian besar kebutuhan sudah kami realisasikan dan tinggal menunggu tambahan anggaran untuk beberapa cabang olahraga lainnya,” katanya, Kamis, 4 Juni 2026.


Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran Porprov tahun ini mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah bertambahnya jumlah cabang olahraga yang akan diikuti kontingen KSB. Dari sebelumnya 28 cabang menjadi 41 cabor.


Selain itu, jumlah atlet, offisial, dan panitia juga meningkat signifikan. Jika pada Porprov sebelumnya, jumlah peserta kontingen KSB sekitar 600 orang. Kali ini mencapai 804 atlet dan offisial. “Jika ditambah panitia, total peserta kami perkirakan mendekati 900 orang atau meningkat hampir 40 persen,” beber Andi.

Untuk mendukung Pelatda, KONI KSB telah mendistribusikan anggaran sekitar Rp3 miliar. Sementara, untuk kebutuhan kontingen dan pelaksanaan Porprov, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp6,8 miliar. Namun telah dilakukan penyesuaian menjadi sekitar Rp6 miliar.


Di sisi lain, KSB sebagai tuan rumah masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana untuk tiga cabor yang akan dipertadingkan. “Total anggaran yang kita butuhkan untuk menjadi tuan rumah cabor kick boxing, hapkido dan panahan sekitar Rp1,9 miliar, termasuk sarana prasarana, pelaksanaan kegiatan, hingga seremoni pembukaan dan penutupan,” sebut Andi.


Andi mengungkapkan, berdasarkan arahan pemerintah daerah, KONI diminta melakukan efisiensi anggaran dari usulan awal sekitar Rp14 miliar menjadi Rp11 miliar. Namun hingga saat ini, pihaknya baru mampu menekan kebutuhan menjadi Rp11,8 miliar. “Kalau diturunkan lagi tentu bisa saja, tetapi standar pelaksanaannya akan turun dan berpengaruh terhadap kualitas penyelenggaraan,” katanya.

Menurut Andi, hingga saat ini dana Pelatda yang telah diterima KONI sekitar Rp3 miliar. Sementara terdapat alokasi anggaran lain melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) yang masih dalam proses. Ia menegaskan seluruh penggunaan anggaran akan dilakukan secara transparan dan siap diaudit. Karena itu, KONI berharap dukungan pemerintah daerah dapat lebih maksimal,agar persiapan Porprov berjalan optimal. “Kami siap diaudit. Harapan kami pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang lebih maksimal karena ini menyangkut nama baik daerah dan kesuksesan KSB sebagai tuan rumah Porprov,” imbuhnya.(bug)


IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO