Mataram (Suara NTB) – Menjelang memasuki tahapan pemilu 2029, Badan Pengawas Pemilu (Bapilu) Provinsi NTB mulai memperkuat koordinasi dengan partai politik peserta pemilu. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi dalam menciptakan pemilu yang berintegritas.
Pada pekan kemarin Bawaslu NTB melakukan kunjungan ke kantor partai NasDem NTB dalam rangka dengan tema “Netralitas Penyelenggara dan Politik Uang: Pekerjaan Rumah Bawaslu Menuju 2029.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip menjelaskan bahwa agenda kunjungannya ke partai politik tersebut yakni DPW Nasdem NTB bahwa hubungan partai politik selaku peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu tidak hanya terjadi pada saat tahapan pemilu saja.
“Kedatangan Bawaslu mengunjungi partai politik ini merupakan bagian dari upaya menyambung tali silaturahmi agar keterhubungan (penyelenggara dengan peserta pemilu) tidak hanya terjadi ketika pemilu saja,” ucap Itratif.
Hal yang tidak kalah penting menurut Itratif adalah kerja penguatan kolaborasi penyelenggara pemilu dengan peserta pemilu diluar tahapan pemilu dalam rangka melakukan konsolidasi demokrasi harus dilakukan secara kontinyu. Sehingga pembangunan kualitas demokrasi terus makin meningkat.
“Selain itu, tujuan dari silaturahmi ini berkaitan dengan penguatan konsolidasi demokrasi. Yaitu meminta saran, masukan atau jejak pendapat dari semua pihak termasuk partai politik mengenai pelaksanaan atau evaluasi penyelenggaraan pemilu 2024. Harapannya pada pemilu 2029 berjalan lebih maksimal,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Itratif juga menyampaikan bahwa Bawaslu NTB sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan partai politik, terutama dalam meningkatkan kapasitas kader partai untuk menjadi saksi dalam pelaksanaan pemilu.
“Bawaslu sangat terbuka apabila Partai NasDem ingin berkolaborasi dalam pelatihan saksi. Jika ada indikasi ketidaknetralan penyelenggara, dimohon untuk dilaporkan beserta bukti yang ada,” katanya.
Ditempat yang sama Ketua Bapilu Partai NasDem NTB, Wahidjan menyambut baik kunjungan dari Bawaslu NTB tersebut. Dikatakan Wahidjan bahwa salah satu kebutuhan partai yakni meningkatkan kapasitas kader yang akan diutus menjadi saksi dalam perhelatan pemilu.
Ia berharap Bawaslu dalam berkerjasama dengan Nasdem NTB dalam rangka memberikan penguatan pemahaman tekhnis penyelenggara pemilu kepada saksi-saksi partai NasDem. “Kami berharap ada bentuk kolaborasi bersama melalui penguatan kapasitas saksi dalam pemilu, karena saksi memiliki peran penting dalam pengawasan,” pungkasya. (ndi)


