BerandaNTBDPRD NTB Sesalkan Perhelatan Porprov 2026 Diwarnai Banyak Kericuhan

DPRD NTB Sesalkan Perhelatan Porprov 2026 Diwarnai Banyak Kericuhan

Mataram (Suara NTB) – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Provinsi NTB 2026 menuai banyak kritikan. Pasalnya banyak keributan terjadi saat pertandingan beberapa cabang olahraga (cabor) yang dimulai sejak 16 Juli 2026.

Wakil Ketua DPRD NTB H. Muzihir salah satu yang melontarkan kritikan dengan nada satire terkait penyelenggaraan Porprov 2026 yang mempertandingkan 51 cabor. Menurutnya, rentetan keributan yang terjadi pada ajang 4 tahunan ini terjadi karena digelar pada ‘’musim panas’’.

“Kemungkinan (keributan ini terjadi) karena musim panas ya. Keuangannya kurang. Kurang air minum,” ujar Muzihir dengan nada konotatif.

Dia juga menyesalkan adanya salah satu pimpinan DPRD dari salah satu kabupaten ikut dalam aksi keributan saat salah satu cabor dipertandingkan di Porprov ini.

“Saya sesalkan, terutama ada pimpinan DPR. Kok bisa sampai nendang orang dan kursi ya. Jadi olahraga ini untuk kita senang. Bukan untuk kita berkelahi. Menang dan juara itu penting. Tapi yang paling penting adalah senang,” tegasnya.

Muzihir menilai segala keributan di ajang Porprov NTB 2026 ini disebabkan kurangnya kesadaran dan sportivitas dalam bertanding. Bisa jadi, semua yang terlibat dalam insiden keributan kekurangan uang dan air minum.

“Mungkin air minum nggak ada. Nah ini makanya jadi pelajaran buat kita semua. Kendalikanlah napsu ini sedikit lah. Jangan sedikit marah walaupun ini pada panas perih ya,” ujarnya mengingatkan.

Dia pun meminta kepada peserta dan panitia Porprov untuk tidak mengulangi kejadian seperti ini terulang di ajang PON 2028. Mengingat PON menjadi ajang nasional dilihat seluruh Indonesia.

“Sekarang ini untung kita masih bersaudara. Padahal contoh seperti di Karate. Kan kadang-kadang satu perguruan ini, seperti tinju. Jadi untuk apa berkelahi. Kalah menang itu hal biasa,” tegasnya.

Di tempat terpisah Ketua KONI NTB, Mori Hanafi mengatakan banyak aksi protes yang terjadi di ajang Porprov NTB 2026 ini sangat diperbolehkan. Tetapi kata Mori, protes yang dilakukan oleh peserta dan pendukungnya bisa dilakukan dengan cara yang sudah ditentukan.

“Ada protes langsung saat itu, kalau nggak puas dengan hasilnya ada arbitrase langsung ke KONI. Dan itu biasa saja buat kita dan justru itu bagus ya ada dinamika,” tegas Mori.

Dia mengeklaim seluruh pertandingan 51 cabor di ajang Porprov NTB 2026 ini berjalan dengan baik. “Alhamdulillah bisa kita katakan berjalan dengan baik walaupun masih ada kekurangan di masing-masing cabor. Kita akan perbaiki,” pungkasnya. (ndi)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO