Sumbawa Besar (Suara NTB) – Anggota Komisi V DPR RI, H. Mori Hanafi, memastikan akan terus mendorong revitalisasi menyeluruh Terminal Sumer Payung. Terminal ini dinilai sudah cukup lama tidak diperbaiki fasilitas bagi pengunjung.
“Terminal Tipe A Sumer Payung ini akan kita revitalisasi, karena terakhir kali tersentuh pembangunan pada tahun 1996. Revitalisasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan mendukung pelayanan transportasi yang lebih modern,” kata Mori Hanafi pekan kemarin.
Ia menjelaskan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan teknis revitalisasi terminal ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2027. Percepatan penyusunan DED dilakukan, agar proses pembangunan terminal dapat segera direalisasikan dan kawasan terminal menjadi lebih tertata.
“Setelah DED selesai, revitalisasi akan dimulai pada tahun 2028 dan konsep pembangunannya akan dibuat seperti Terminal Mandalika di Mataram,” jelasnya.
Mori menambahkan, ke depan Terminal Sumer Payung akan tampil lebih lengkap, modern, dan representatif dengan berbagai fasilitas pendukung sesuai standar terminal masa kini. Sehingga diharapkan masyarakat dan penumpang lebih nyaman, aktivitas ekonomi di kawasan terminal meningkat.
“Kalau terminal nyaman, penumpang juga nyaman. Pedagang akan banyak berjualan dan terminal akan kembali ramai,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk melakukan revitalisasi Terminal Sumer Payung yang sudah berada dalam kondisi cukup memperihatinkan terutama banyaknya atap yang bocor.
“Kondisi saat ini memang cukup memprihatinkan terutama ketika terjadi hujan. Sehingga kenyamanan para penumpang sangat terganggu,” kata Kepala Terminal Sumer Payung, Tughirin.
Ia melanjutkan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama dan belum ada perbaikan secara maksimal yang dilakukan pemerintah selama ini. Apalagi saat musim penghujan, maka tempat berteduh penumpang akan tergenang air yang membuat penumpang tidak nyaman.
“Kalau musim kemarau masih aman yang tidak aman ketika musim hujan karena pasti akan banjir sehingga penumpang tidak nyaman berada di terminal,” ujarnya.
Pada tahun 2019, pihaknya sudah menyelesaikan penyusunan Detai Engineering Design (DED) revitalisasi terminal tersebut. Bahkan terminal ini memiliki tiga lantai, tetapi di tahun tersebut terjadi pandemi dan efisiensi anggaran sehingga belum bisa terealisasi.
“Tahun ini mudahan bisa terealisasi karena beberapa waktu lalu sudah mulai dilakukan pengukuran oleh konsultan. Terutama talang-talang yang bocor bisa diperbaiki demi kenyamanan penumpang,” tambahnya.
Berdasarkan hasil rapat terakhir, pemerintah berencana akan melakukan revitalisasi total terhadap Terminal Sumer Payung di tahun 2028 mendatang. Untuk merevitalisasi secara keseluruhan kebutuhan anggarannya ditaksir mencapai Rp2 miliar lebih.


