
Selong (Suara NTB) – Bencana kebakaran melanda kawasan wisata unggulan Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, pada Sabtu (6/6/2026). Sejumlah fasilitas objek wisata Dende Seruni (Wisata Denda Seruni) hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp200 juta.
Kepala Desa Seruni Mumbul, Tadjudin MS, mengungkapkan, kebakaran diduga disebabkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja menyulut api. “Indikasi sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Tadjudin saat ditemui, Minggu (7/6/2026).
Tak lama setelah kejadian, pemerintah desa langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Pringgabaya. “Langsung saya laporkan ke Polsek Pringgabaya pada hari kejadian itu,” ujar Tadjudin.
Yang lebih memilukan, Kepala Desa menegaskan bahwa objek wisata yang selama ini menjadi kebanggaan warga itu tidak akan bisa dibangun kembali dalam waktu dekat. Keterbatasan keuangan desa menjadi kendala utama.
“Dengan keadaan keuangan desa sekarang ini, tidak mungkin bisa kita bangun lewat DD (Dana Desa),” ucap Tadjudin dengan nada kecewa.
Wisata Denda Seruni merupakan destinasi ekowisata dan wahana air yang dibangun di atas kawasan rawa atau sungai. Tempat ini terkenal karena berhasil mereklamasi area yang dulunya kumuh menjadi ruang rekreasi keluarga yang asri, lengkap dengan ikon miniatur “Menara Eiffel” yang menjadi favorit pengunjung.
Seluruh fasilitas wisata tersebut dibangun menggunakan Dana Desa. Sebelum terbakar, objek wisata ini telah mampu meraup Pendapatan Asli Desa (PAD) hingga ratusan juta rupiah per tahun.
Polisi saat ini masih menyelidiki motif dan pelaku di balik dugaan aksi pembakaran tersebut. Masyarakat sekitar berharap pelaku segera ditangkap dan mendapat hukuman setimpal, mengingat wisata tersebut merupakan sumber pendapatan vital bagi desa. (rus)




